Lagu lain dari Gonza Silva
Deskripsi
Arahan A&R: Anna Rivera
Tidak diketahui: Carlos Brandi
Produser: Carlos Brandi
Manajer A&R: Edgar Bohórquez
Manajer A&R: Francisco Granados
Tidak Diketahui: Gonzalo Augusto Silva Ojeda
Produser: Gonzalo Augusto Silva Ojeda
Produser Eksekutif: Gonzalo Augusto Silva Ojeda
Tidak Diketahui: Gonzalo Augusto Silva Ojeda
Vokal Latar Belakang: Gonzalo Augusto Silva Ojeda
Arah A&R: Isabel Croce
Insinyur Utama: Lewis Pickett
Tidak diketahui: Oliver Niño
Insinyur Pencampur: Rodrigo Crespo
Tidak diketahui: Rodrigo Crespo
Produser: Rodrigo Crespo
Tidak diketahui: Rodrigo Crespo
Penulis: Alexander Palmer
Penulis: Giovanny Andres Fernandez Manzur
Penulis: Gonza Silva
Penulis: José Alberto Esparza Flores
Penulis: Rodrigo Crespo
Penulis: Sara Schell
Penulis: Sofia Vera
Lirik dan terjemahan
Asli
Y sé que la quiero, porque hasta me da un poco de pena que ella sepa que la quiero tanto, y de tanto que la quiero canto, porque no sé qué decirle.
Cuando empieza a desnudar sus hombros y lentamente cae su vestido, sé que la quiero por cuánto la nombro, y si la nombro, me sonrío.
Se convirtió mi cuarto en mío y de su vientre nació un río. ¡Ay!
, en qué lío me he metido, me duele cuando se va.
Sé que la quiero porque no quiero querer a nadie más. Mmm.
Y sé que la quiero porque la guardo en el rincón más suave de mi corazón, y el corazón nunca te miente, siempre tiene la razón.
Se convirtió mi techo en cielo y en la cima de mis anhelos está la fecha de su vuelo.
Me duele cuando se va.
Sé que la quiero porque no quiero querer a nadie más.
Otra ciudad, otras manías, algo me decía que siguiera lo que sentía.
La vida ríe, ella sabía que me vería como un niño escribiéndole poesía, que narra cómo la quiero, aunque la verdad es más simple de explicar.
Sé que la quiero porque no quiero querer a nadie más.
Mmm.
-Te quiero querer, te quiero querer.
-Te quiero querer, te quiero querer.
-Te quiero querer, te quiero querer.
-No quiero querer, no quiero querer a nadie más, a nadie más.
Terjemahan bahasa Indonesia
Dan aku tahu bahwa aku mencintainya, bahkan membuatku sedikit sedih karena dia mengetahui bahwa aku sangat mencintainya, dan karena aku sangat mencintainya, aku bernyanyi, karena aku tidak tahu harus berkata apa padanya.
Ketika dia mulai membuka bahunya dan gaunnya perlahan-lahan jatuh, saya tahu bahwa saya mencintainya karena betapa saya menamainya, dan jika saya menamainya, saya tersenyum.
Kamarku menjadi milikku dan sebuah sungai lahir dari rahimnya. Oh!
Betapa kacaunya diriku, rasanya sakit saat dia pergi.
Aku tahu aku mencintainya karena aku tidak ingin mencintai orang lain. Hmm.
Dan aku tahu aku mencintainya karena aku menyimpannya di sudut terlembut hatiku, dan hati tidak pernah berbohong padamu, selalu benar.
Langit-langitku menjadi langit dan puncak keinginanku adalah tanggal penerbanganmu.
Rasanya sakit ketika dia pergi.
Aku tahu aku mencintainya karena aku tidak ingin mencintai orang lain.
Kota lain, obsesi lain, sesuatu menyuruhku untuk mengikuti apa yang aku rasakan.
Hidup tertawa, dia tahu bahwa dia akan melihatku sebagai seorang anak yang menulis puisi untuknya, yang menceritakan betapa aku mencintainya, meskipun kebenarannya lebih sederhana untuk dijelaskan.
Aku tahu aku mencintainya karena aku tidak ingin mencintai orang lain.
Hmm.
-Aku ingin mencintaimu, aku ingin mencintaimu.
-Aku ingin mencintaimu, aku ingin mencintaimu.
-Aku ingin mencintaimu, aku ingin mencintaimu.
-Saya tidak ingin mencintai, saya tidak ingin mencintai orang lain, orang lain.