Lagu lain dari Jerry Di
Deskripsi
23:11 · Jerry Di
23:11
Produser: Yiyi Déjala Caer
Insinyur Pencampur, Insinyur Mastering: Lewis Pickett
A&R: Bere Gonzalo
Vokalis: Jerry Di
Penulis Lirik Komposer: Yesfran Omeba Soto Lopez
Penulis Lirik Komposer: Gabriel Pérez
Lirik dan terjemahan
Asli
Tenía rato manifestándote, pidiéndote al cielo como si de un deseo se tratase.
Desde siempre imaginándote , cerrando los ojos pa' ver si te veo en el aire.
Y ya te tengo aquí, qui, qui, qui, qui. Ya te conseguí, qui, qui, qui, qui.
Tú eres arte, tú eres arte.
Perfecta como siempre la pedí, los ojitos, la boca, la nariz.
Quiero amarte, quiero amarte. . .
hasta que no haya más y se nos encienda el mar.
Cuando se vaya la luz, seremos yo y tú.
Yo te vi en persona, llegaste sola y sonaba una canción de Caguana, especial de latinoamericana.
Estaba bailando sola, como tenía que ser, ese labial de tela, qué rico ha de saber.
¿Y si lo pruebo y me quedo contigo encantando contra mis sentidos?
¿Y si es un juego lo que quieres conmigo? No sé, puede ser, lo he vivido. ¿Y si me gusta y me enamoro solo?
Lo sé, me ha pasado otras veces. Bueno, yo qué sé, yo qué sé. Vámonos ya de una vez.
Regálame un kiss, kiss, kiss, kiss, kiss, kiss.
Yo no me resisto más, baby, please. Y que sea lo que decida
Dios, pero igual dame un kiss, kiss, kiss, kiss, kiss, kiss.
Te digo sinceramente que, que desde que te encontré todo está bien. Y ya te tengo aquí, qui, qui, qui, qui.
Ya te conseguí, qui, qui, qui, qui. Tú eres arte, tú eres arte.
Perfecta como siempre la pedí, los ojitos, la boca, la nariz.
Quiero amarte, quiero amarte. . .
hasta que no haya más y se nos encienda el mar.
Cuando se vaya la luz, seremos yo -y tú. -Seremos yo y, yo y tú. Keityn, yeah, yeah.
Déjala, uh, déjala caer.
Terjemahan bahasa Indonesia
Aku telah menunjukkan kepadamu selama beberapa waktu, meminta surga untukmu seolah-olah itu adalah sebuah harapan.
Aku selalu membayangkanmu, memejamkan mata untuk melihat apakah aku melihatmu di udara.
Dan aku sudah memilikimu di sini, siapa, siapa, siapa, siapa. Aku sudah mendapatkanmu, siapa, siapa, siapa, siapa.
Kamu adalah seni, kamu adalah seni.
Sempurna seperti yang selalu saya minta, mata, mulut, hidung.
Aku ingin mencintaimu, aku ingin mencintaimu. . .
sampai tidak ada lagi dan laut menyerang kita.
Saat listrik padam, yang ada hanyalah saya dan Anda.
Saya melihat Anda secara langsung, Anda tiba sendirian dan lagu Caguana, lagu khusus Amerika Latin, diputar.
Aku menari sendirian, sebagaimana mestinya, lipstik kain itu, betapa nikmat rasanya.
Bagaimana jika aku mencobanya dan tetap bersamamu dengan mempesona di luar indraku?
Bagaimana jika itu permainan yang kamu inginkan bersamaku? Entahlah, mungkin, aku pernah menjalaninya. Bagaimana jika saya menyukainya dan saya jatuh cinta sendirian?
Saya tahu, hal itu pernah terjadi pada saya sebelumnya. Nah, apa yang saya tahu, apa yang saya tahu. Ayo berangkat.
Beri aku ciuman, ciuman, ciuman, ciuman, ciuman, ciuman.
Aku tidak bisa menahannya lagi, sayang. Dan biarkan itu menjadi keputusan Anda
Ya Tuhan, tapi tetap beri aku ciuman, ciuman, ciuman, ciuman, ciuman, ciuman.
Sejujurnya aku memberitahumu bahwa sejak aku menemukanmu semuanya baik-baik saja. Dan aku sudah memilikimu di sini, siapa, siapa, siapa, siapa.
Aku sudah mendapatkanmu, siapa, siapa, siapa, siapa. Kamu adalah seni, kamu adalah seni.
Sempurna seperti yang selalu saya minta, mata, mulut, hidung.
Aku ingin mencintaimu, aku ingin mencintaimu. . .
sampai tidak ada lagi dan laut menyerang kita.
Saat listrik padam, yang terjadi adalah saya dan Anda. -Itu akan menjadi aku dan, aku dan kamu. Keityn, ya, ya.
Jatuhkan, eh, jatuhkan.