Lagu lain dari Bazart
Deskripsi
Komposer, Vokal, Penulis Lirik: Mathieu Terryn
Pemain Terkait: Bazart
Komposer, Gitar, Mesin Drum, Bass, Drum, Keyboard, Perkusi, Vokal, Penulis Lirik, Produser: Oliver Symons
Komposer, Vokal, Drum, Bass, Mesin Drum, Keyboard, Perkusi, Gitar, Penulis Lirik, Produser: Simon Nuytten
Bass: Vincent Pierins
Keyboard, Mesin Drum, Produser: Pieterjan Maertens
Produser: Jo Francken
Insinyur Pencampur: Jasper Maekelberg
Insinyur Utama: Chris Gehringer
Lirik dan terjemahan
Asli
I wonder where I am now and then turn right.
Park me on the side. What have I gotten myself into? I want to take shelter from the gray weather.
Far outside the city. Am I the last customer in the highway restaurant?
Sometimes I want to keep driving and not look back.
It looks like night in Amsterdam.
Maybe I should stay here and not look behind me. It looks like night in
Amsterdam.
Only now notice that it is dark. Don't know what I'm waiting for.
I get up and deal with the rhythm of the day. I enter a destination again.
Much closer than I thought.
And now I see in retrospect what I didn't see then.
Sometimes I want to keep driving and not look back. It looks like night in Amsterdam.
Maybe I should stay here and not look behind me. It looks like night in
Amsterdam.
Night in Amsterdam. Night in Amsterdam.
Kaleidoscope. I'll just keep going.
Can only continue to hope. I want you with me. I've lost that one.
If I can promise you something. Kaleidoscope. I'll just keep going. Can only continue to hope.
I want you with me. I've lost that one. If I can promise you something.
Sometimes I want to keep driving and not look back.
It looks like night in Amsterdam.
Maybe I should stay here and not look behind me. It looks like night in
Amsterdam.
Into the night
Amsterdam.
Terjemahan bahasa Indonesia
Aku bertanya-tanya di mana aku sekarang dan kemudian belok kanan.
Parkirkan aku di samping. Apa yang telah saya lakukan? I want to take shelter from the gray weather.
Jauh di luar kota. Apakah saya pelanggan terakhir di restoran jalan raya?
Terkadang saya ingin terus mengemudi dan tidak melihat ke belakang.
Sepertinya malam di Amsterdam.
Mungkin sebaiknya aku tetap di sini dan tidak melihat ke belakang. Sepertinya sudah malam
Amsterdam.
Baru sekarang menyadari bahwa hari sudah gelap. Entah apa yang aku tunggu.
Saya bangun dan mengatur ritme hari itu. Saya memasukkan tujuan lagi.
Jauh lebih dekat dari yang kukira.
Dan sekarang saya melihat dalam retrospeksi apa yang tidak saya lihat saat itu.
Terkadang saya ingin terus mengemudi dan tidak melihat ke belakang. Sepertinya malam di Amsterdam.
Mungkin sebaiknya aku tetap di sini dan tidak melihat ke belakang. Sepertinya sudah malam
Amsterdam.
Malam di Amsterdam. Malam di Amsterdam.
Kaledoskop. Saya akan terus berjalan.
Hanya bisa terus berharap. Aku ingin kamu bersamaku. Aku sudah kehilangan yang itu.
Jika aku bisa menjanjikan sesuatu padamu. Kaledoskop. Saya akan terus berjalan. Hanya bisa terus berharap.
Aku ingin kamu bersamaku. Aku sudah kehilangan yang itu. Jika aku bisa menjanjikan sesuatu padamu.
Terkadang saya ingin terus mengemudi dan tidak melihat ke belakang.
Sepertinya malam di Amsterdam.
Mungkin sebaiknya aku tetap di sini dan tidak melihat ke belakang. Sepertinya sudah malam
Amsterdam.
Ke malam hari
Amsterdam.