Lagu lain dari SALMA
Deskripsi
Produser: Suara PMP
Lirik dan terjemahan
Asli
Lo volvería a hacer, lo volvería a hacer.
Volver a besar tu cuerpo, volver a tocar tu piel. Lo volvería a hacer, eh-eh.
Lo volvería a hacer, eh-eh.
Le doy besitos en su cuello moreno, fumamos hasta quemar la madrugada. Subimos al cielo, parece un espejismo.
Que no me baje, no me quiero bajar.
Tiene las uñas marcadas en mi espalda, como si un verso de un salmo se tratara. Y yo la rezo porque ella es pa' rezarla.
Y yo la beso porque ella es pa' besarla.
Solo de noche cuando quiere estar conmigo, me da su mano y me lleva pa'l hotel. Mete sus dedos por debajo de mi ombligo.
Lo volvería a hacer, lo volveré a hacer. Lo volvería a hacer, lo volvería a hacer.
Volver a besar tu cuerpo, volver a tocar tu piel.
Lo volvería a hacer, lo volvería a hacer. Mi niña tierna, nunca sientas que te olvido.
Si cuando huyo lo que pienso es en volver.
En que tu pelo se me enrede con el mío y en todas las cosas que nos quedan por hacer. Ya sé que por mí te mueres y yo por ti.
A veces me duele estar así.
Sabes que estoy lista pa' sufrir, pero estoy cansada de mentir.
Mi amor, cuando empieza el día y veo la cama vacía, cierro mis ojitos y vuelvo a sentir tu piel.
Voy a llevarte a Andalucía a ver si allí también dices que no es mío tu querer.
Solo de noche cuando quiere estar conmigo, me da su mano y me lleva pa'l hotel.
Mete sus dedos por debajo de mi ombligo. Lo volvería a hacer, lo volveré a hacer.
Lo volvería a hacer, lo volvería a hacer. Volver a besar tu cuerpo, volver a tocar tu piel.
Lo volvería a hacer, lo volvería a hacer.
Oh, lo volvería a hacer. Lo volvería a hacer.
Volver a besar tu cuerpo, volver a tocar tu piel.
Lo volvería a hacer, lo volvería a hacer.
Terjemahan bahasa Indonesia
Saya akan melakukannya lagi, saya akan melakukannya lagi.
Cium tubuhmu lagi, sentuh kulitmu lagi. Saya akan melakukannya lagi, ya-ya.
Saya akan melakukannya lagi, ya-ya.
Aku memberinya ciuman di lehernya yang gelap, kami merokok sampai fajar menyingsing. Kita naik ke langit, sepertinya fatamorgana.
Jangan biarkan aku turun, aku tidak mau turun.
Kukunya tergores di punggungku, seolah-olah itu adalah sebuah ayat dari sebuah mazmur. Dan aku mendoakannya karena akulah yang harus mendoakannya.
Dan aku menciumnya karena dialah yang akan dicium.
Hanya di malam hari ketika dia ingin bersamaku, dia mengulurkan tangannya dan membawaku ke hotel. Dia meletakkan jari-jarinya di bawah pusarku.
Saya akan melakukannya lagi, saya akan melakukannya lagi. Saya akan melakukannya lagi, saya akan melakukannya lagi.
Cium tubuhmu lagi, sentuh kulitmu lagi.
Saya akan melakukannya lagi, saya akan melakukannya lagi. Gadisku yang lembut, jangan pernah merasa bahwa aku melupakanmu.
Ya, saat aku melarikan diri, apa yang kupikirkan adalah kembali.
Di rambutmu yang kusut di rambutku dan di semua hal yang harus kita lakukan. Aku sudah tahu bahwa kamu mati untukku dan aku mati untukmu.
Terkadang aku merasa sakit jika menjadi seperti ini.
Kau tahu aku siap menderita, tapi aku lelah berbohong.
Cintaku, ketika hari dimulai dan aku melihat tempat tidur kosong, aku memejamkan mata dan merasakan kulitmu lagi.
Aku akan membawamu ke Andalusia untuk melihat apakah di sana kamu juga mengatakan bahwa cintamu bukan milikku.
Hanya di malam hari ketika dia ingin bersamaku, dia mengulurkan tangannya dan membawaku ke hotel.
Dia meletakkan jari-jarinya di bawah pusarku. Saya akan melakukannya lagi, saya akan melakukannya lagi.
Saya akan melakukannya lagi, saya akan melakukannya lagi. Cium tubuhmu lagi, sentuh kulitmu lagi.
Saya akan melakukannya lagi, saya akan melakukannya lagi.
Oh, aku akan melakukannya lagi. Saya akan melakukannya lagi.
Cium tubuhmu lagi, sentuh kulitmu lagi.
Saya akan melakukannya lagi, saya akan melakukannya lagi.