Lagu lain dari Billur Battal
Lagu lain dari Canozan
Deskripsi
Produser: Arsan Gaji Far
Lirik dan terjemahan
Asli
Günaydın mı bilmem aklımda çekilip perdem, aralamaya niyetim yok.
Önüm, arkam, sağım, solum dolu senden parçalar.
Kitlerim odalara zorla, tutamam kimseyi burada.
Dolup taşamadım bir damla, biriktirdim yaşımı.
Son kez yıkılışımı izledim aynalarda.
Aldığım nefes bile bugün bana fazla.
Yokluğun asıl sebep, ne bahane bulsam da.
Hastayım basbayağım.
Ağlaya ağlaya düğümlenir gecem, günüm.
Benim hüznüm bende kalır.
Ne zaman gelmişsin ki silmiyorum izini?
Yüzyıllardır tutuyorum sanki penyesini. Acıtır yine bildiğim yerden.
Yüzüm sana dönük ama gözlerine bakamam.
O karanlıktan kimseler tek parça çıkamaz. Bir daha, bir daha öğrendiğimden.
Kitlerim odalara zorla, tutamam kimseyi burada.
Doldum taşamadım bir damla, biriktirdim yaşımı.
Son kez -yıkılışımı izledim aynalarda.
-Aldığım nefes bile bugün bana fazla.
Yokluğun asıl sebep, ne bahane bulsam da. Hastayım basbayağım.
Ağlaya ağlaya düğümlenir gecem, günüm.
Benim hüznüm bende kalır.
Terjemahan bahasa Indonesia
Aku tidak tahu apakah ini pagi yang baik atau tidak, aku menahan tirai dalam pikiranku, aku tidak ada niat untuk membukanya.
Bagian depanku, belakangku, kananku, dan kiriku penuh dengan potongan-potongan dirimu.
Perlengkapan saya dipaksa masuk ke kamar, saya tidak bisa menahan siapa pun di sini.
Aku tidak bisa meluapkan setetes pun, aku menyimpan air mataku.
Aku menyaksikan diriku ambruk untuk terakhir kalinya di cermin.
Bahkan nafas yang kuhirup terlalu berat untukku hari ini.
Ketidakhadiranmu adalah alasan sebenarnya, apapun alasan yang kutemukan.
Saya sakit, secara harfiah.
Siang dan malamku terikat dengan air mata.
Kesedihanku tetap bersamaku.
Kapan kamu datang sehingga aku tidak bisa menghapus jejakmu?
Sepertinya saya sudah memegang kapas sisirnya selama berabad-abad. Sakit lagi dari tempat yang kuketahui.
Wajahku menghadapmu, tapi aku tidak bisa menatap matamu.
Tidak ada seorang pun yang bisa keluar dari kegelapan itu dalam keadaan utuh. Seperti yang saya pelajari lagi dan lagi.
Perlengkapan saya dipaksa masuk ke kamar, saya tidak bisa menahan siapa pun di sini.
Aku begitu kenyang hingga tidak bisa meluap setetes pun, aku menahan air mataku.
Aku menyaksikan diriku ambruk untuk terakhir kalinya di cermin.
-Bahkan nafas yang kuhirup terlalu berat bagiku hari ini.
Ketidakhadiranmu adalah alasan sebenarnya, apapun alasan yang kutemukan. Saya sakit, secara harfiah.
Siang dan malamku terikat dengan air mata.
Kesedihanku tetap bersamaku.