Lagu lain dari Alessia Cara
Deskripsi
Komposer, Produser, Pemrogram Drum: Mike Elizondo
Insinyur Rekaman: Justin Francis
Merekam Insinyur Kedua: Erica Block
Merekam Insinyur Kedua, Insinyur Tambahan: Alex Wilder
Penata string: Jordan Lehning
Vokalis Latar Belakang, Komposer Penulis Lirik: Alessia Cara
Insinyur Pencampur: Tom Elmhirst
Insinyur Utama: Chris Gehringer
A&R: Caitlin Harrisford
A&R: Tunji Balogun
Koordinator Aand R: Justin Scott
Koordinator Aand R: Evan Peters
Aand Administrator Utama: Shay Young
Lirik dan terjemahan
Asli
That's what they say.
Time's just pocket change.
That I'm wasting away, grieving what's still alive.
And fighting with an ache that won't subside.
Nothing good ever lasts. The girl I was never came back.
Staying up, falling off track. So much I wish I knew.
Flew too close to the sun. Who I was, she was made up. Threw a punch, had to take one.
It's what they say.
Time's just pocket change. Ooh.
That I'm wasting away, grieving what's still alive.
And fighting with an ache that won't subside. Is it already over?
Sidewalks scraping my knees. Going halves on a tangerine.
Wanna know why everything worth holding turns to a blur in the distance. That's why I'm clenching my fists.
I know all of this is what it is. You don't get the same day twice.
Still every night, there's something that won't heal, don't feel right.
Nothing good ever lasts. The girl I was never came back.
Staying up, falling off track. So much I wish I knew.
Flew too close to the sun. Who I was, she was made up.
Threw a punch, had to take one. It's what they say.
Time's just pocket change. Ooh.
That I'm wasting away, grieving what's still alive.
And fighting with an ache that won't subside. Ah. Ah.
Ah.
All of this is what it is.
You don't get the same day twice.
Still every night, there's something that won't heal, don't feel right.
Nothing good ever lasts. Last. The girl I was never came back. Came back.
Staying up, falling off track. So much I wish I knew. Ooh. Flew too close to the sun.
Yeah. Who I was, she was made up. Made up.
Threw a punch, had to take one. It's what they say. They say.
Time's just pocket change. Ooh.
That I'm wasting away, grieving what's still alive. Ooh. And fighting with an ache that won't subside.
La, la, la, la, la, la, la.
Terjemahan bahasa Indonesia
Itulah yang mereka katakan.
Waktu hanyalah uang receh.
Bahwa aku terbuang sia-sia, berduka atas apa yang masih hidup.
Dan berjuang dengan rasa sakit yang tak kunjung reda.
Tidak ada hal baik yang bertahan lama. Gadis yang dulunya aku tidak pernah kembali.
Begadang, keluar jalur. Aku sangat berharap aku mengetahuinya.
Terbang terlalu dekat dengan matahari. Siapa aku, dia dibuat-buat. Melemparkan pukulan, harus menerima satu pukulan.
Itu yang mereka katakan.
Waktu hanyalah uang receh. Ooh.
Bahwa aku terbuang sia-sia, berduka atas apa yang masih hidup.
Dan berjuang dengan rasa sakit yang tak kunjung reda. Apakah ini sudah berakhir?
Trotoar menggores lututku. Membagi dua jeruk keprok.
Ingin tahu mengapa segala sesuatu yang layak untuk dipegang berubah menjadi kabur di kejauhan. Itu sebabnya aku mengepalkan tinjuku.
Aku tahu semua ini memang adanya. Anda tidak mendapatkan hari yang sama dua kali.
Tetap saja tiap malam, ada saja yang tak kunjung sembuh, tak terasa enak.
Tidak ada hal baik yang bertahan lama. Gadis yang dulunya aku tidak pernah kembali.
Begadang, keluar jalur. Aku sangat berharap aku mengetahuinya.
Terbang terlalu dekat dengan matahari. Siapa aku, dia dibuat-buat.
Melemparkan pukulan, harus menerima satu pukulan. Itu yang mereka katakan.
Waktu hanyalah uang receh. Ooh.
Bahwa aku terbuang sia-sia, berduka atas apa yang masih hidup.
Dan berjuang dengan rasa sakit yang tak kunjung reda. Ah. Ah.
Ah.
Semua ini adalah apa adanya.
Anda tidak mendapatkan hari yang sama dua kali.
Tetap saja tiap malam, ada saja yang tak kunjung sembuh, tak terasa enak.
Tidak ada hal baik yang bertahan lama. Terakhir. Gadis yang dulunya aku tidak pernah kembali. Kembali.
Begadang, keluar jalur. Aku sangat berharap aku mengetahuinya. Ooh. Terbang terlalu dekat dengan matahari.
Ya. Siapa aku, dia dibuat-buat. Dibuat.
Melemparkan pukulan, harus menerima satu pukulan. Itu yang mereka katakan. Mereka bilang.
Waktu hanyalah uang receh. Ooh.
Bahwa aku terbuang sia-sia, berduka atas apa yang masih hidup. Ooh. Dan berjuang dengan rasa sakit yang tak kunjung reda.
La, la, la, la, la, la, la.