Lagu lain dari Amina
Deskripsi
Produser: Wouter Hardy
Komposer : Amina Sahli
Komposer: Wouter Hardy
Master: Wessel Oltheten
Lirik dan terjemahan
Asli
Oktober heeft nog nooit zo koud gevoeld.
Ik zoek de zon, maar ze komt niet naar me toe.
Ben ik haar kwijt? Ze was net nog bij mij.
Als je straks boven bent, schijn je dan wat licht op mij.
Oktober was altijd je beste maand.
De blaadjes vallen prachtig en langzaam.
Net als bij jou. Dus neem gerust je tijd.
Als je straks zover bent, weet dan dat ik bij je blijf.
Hou in je hart, daar vind je mij.
Hmm, hmm, je -mij. -Ik hou van jou.
Ik ben heel erg trots. Ik hou van jou.
Ik ben trots op jou. Ik geloof in jou, mijn lief. Jij wordt een hele mooie meid.
Ik ga kapot, maar toch blijf ik staan, want dat is wat jij altijd hebt gedaan.
En één ding is zeker, wij hier beneden zullen je ziel en je hart nooit vergeten. Ik zie het licht. Ik weet, jij bent bij me.
Langzaam begin ik meer op je te lijken.
Durf weer te dromen, durf weer te schrijven, want ik weet nu: jij bent bij me.
December is nog nooit zo warm geweest.
Ik mis je stem misschien nog wel het meest.
En toch voel ik.
Jouw licht.
Terjemahan bahasa Indonesia
Oktober tidak pernah terasa sedingin ini.
Aku mencari matahari, tapi matahari tidak datang kepadaku.
Apakah aku sudah kehilangan dia? Dia hanya bersamaku.
Saat kamu naik ke atas, soroti aku.
Oktober selalu menjadi bulan terbaikmu.
Daunnya berguguran dengan indah dan perlahan.
Sama seperti denganmu. Jadi luangkan waktumu.
Ketika kamu siap, ketahuilah bahwa Aku akan tinggal bersamamu.
Simpanlah dalam hatimu, disanalah kamu akan menemukanku.
Hmm, hmm, kamu -aku. -Aku mencintaimu.
Saya sangat bangga. Aku mencintaimu.
aku bangga padamu. Aku percaya padamu, sayangku. Kamu akan menjadi gadis yang sangat cantik.
Aku putus asa, tapi aku tetap berdiri karena itulah yang selalu kamu lakukan.
Dan satu hal yang pasti, kami di sini tidak akan pernah melupakan jiwa dan hati Anda. Saya melihat cahaya. Aku tahu, kamu bersamaku.
Perlahan-lahan aku mulai terlihat lebih mirip denganmu.
Berani bermimpi lagi, berani menulis lagi, karena kini aku tahu: kamu bersamaku.
Bulan Desember tidak pernah sehangat ini.
Mungkin aku paling merindukan suaramu.
Namun saya merasa.
Cahayamu.