Lagu lain dari Nelah
Lagu lain dari nefrea
Lagu lain dari Gmeniu
Deskripsi
Pengaduk: demo
Lirik dan terjemahan
Asli
Miasto mokre znowu w deszczu.
Podwójne wizje, cienie wierzchusów. Zgniłe myśli wciąż mieszają ton.
Bezwzględny przeciwnik wody zmienia front. Ej, ogród pod nogami łamie stopy.
Wieczny ból w sobie mam. Ciągle mało nam nie dosyć.
Obróżnia formułę, atakuje z każdej strony. Robi to koparko wokoło wszystkie nasze domy.
Przyjemności ostatecznie są już bezsensowne. Bezmózgich ludzi idzie wyczuć przez ich głupią mowę.
Broniących rzeczy, które są już kurwa nieistotne. Nie mam czasu na to. Muszę uzdrowić mą głowę.
Dziś obietnice są na palec, a ostatecznie i tak utną ci głowę.
Ciężko się żyje w wiecznym szale.
Ty gniew dobija cię z każdej ze stron.
Pośród burzy krople deszczu. Na me skórze odbijają echo.
Na karku odcinek z dna nawałniczego.
Niemym krzyk lawiruje pośród ścian. Ciągle krzyczę, ale nikt mnie nie usłyszy.
W butach coraz więcej wody nabiera się.
To powoli ogarniam, zatapiamy lęk.
Zatapiamy.
Zatapiamy się.
Terjemahan bahasa Indonesia
Kota ini kembali basah karena hujan.
Penglihatan ganda, bayangan gunung. Pikiran busuk masih mencampurkan nadanya.
Musuh air yang kejam sedang mengubah bagian depan. Hei, taman di bawah kakimu mematahkan kakimu.
Saya memiliki rasa sakit abadi di dalam diri saya. Kami masih belum merasa cukup.
Ini menentang formula dan menyerang dari segala sisi. Ekskavator melakukan hal ini di sekitar rumah kita.
Kenikmatan pada akhirnya tidak ada gunanya. Orang bebal bisa dideteksi dari ucapannya yang bodoh.
Membela hal-hal yang sudah tidak penting lagi. Saya tidak punya waktu untuk ini. Aku perlu menyembuhkan kepalaku.
Saat ini, janji dibuat dengan mudah, dan pada akhirnya janji itu akan tetap memenggal kepala Anda.
Sulit untuk hidup dalam kegilaan yang terus-menerus.
Kamu, kemarahan membunuhmu dari segala sisi.
Tetesan air hujan di tengah badai. Mereka bergema di kulit saya.
Pada bagian belakang leher terdapat bagian dari bawah badai.
Jeritan hening mengalir melalui dinding. Aku terus berteriak, tapi tak seorang pun mau mendengarku.
Semakin banyak air yang memenuhi sepatu.
Perlahan-lahan saya mulai menguasainya, kami menghilangkan rasa takut.
Kami tenggelam.
Kita sedang tenggelam.