Lagu lain dari maïa
Deskripsi
Komposer: maïa, Ismail Erol
Penulis lirik: maïa
Lirik dan terjemahan
Asli
Großer Weck, weck mich auf, wenn du weißt, wohin mit mir.
Und ohne dich fällt mir auf, dass die
Bäume
Blätter verlieren.
Und weiß ich nicht, wohin ich geh, dann frag ich den
Himmel nach dir.
Und dein Licht erzeugt meine Sicht und ich mach mich auf den Weg zu dir.
Und jetzt fällt für immer Regen. Meine Schritte sind so schwer.
Es ist fast, wie als du gingst, Mitte März.
Und ich weiß noch, wie es war. Deine Blicke gingen ins Herz.
Und jetzt ist bei mir für immer Mitte März.
Da da da da da da da da da da da da da da da da da da da da.
Großer Wecker, geh schlaf.
Ja, wo wir waren, da liegt jetzt Laub.
Und ich bin weit weg von mir.
Die Straße, da bist du.
Und jetzt fällt für immer Regen. Meine Schritte sind so schwer.
Es ist fast, wie als du gingst, Mitte März. Und ich weiß noch, wie es war.
Deine Blicke gingen ins Herz. Und jetzt ist bei mir für immer Mitte
März.
Und wenn ich fall, will ich zu dir.
Auch wenn das heißt, dass ich verlier.
Und wenn ich fall, will ich zu dir.
Auch wenn das heißt, dass ich verlier.
Und wenn ich fall, will ich zu dir.
Auch wenn das heißt, dass ich verlier.
Terjemahan bahasa Indonesia
Bangun besar, bangunkan aku jika kamu tahu ke mana harus pergi bersamaku.
Dan tanpamu aku menyadari bahwa
pohon
Kehilangan daun.
Dan jika saya tidak tahu ke mana saya akan pergi, saya akan bertanya kepadanya
Surga setelahmu.
Dan cahayamu menciptakan visiku dan aku berjalan menujumu.
Dan sekarang hujan turun selamanya. Langkahku berat sekali.
Ini hampir seperti saat Anda pergi, di pertengahan bulan Maret.
Dan saya masih ingat bagaimana rasanya. Penampilanmu masuk ke dalam hatimu.
Dan sekarang bagi saya selamanya adalah pertengahan bulan Maret.
Da da da da da da da da da da da da da da da da da da.
Jam alarm besar, tidurlah.
Ya, di tempat kita dulu, sekarang ada dedaunan.
Dan aku jauh dari diriku sendiri.
Jalanan, itu dia.
Dan sekarang hujan turun selamanya. Langkahku berat sekali.
Ini hampir seperti saat Anda pergi, di pertengahan bulan Maret. Dan saya masih ingat bagaimana rasanya.
Penampilanmu masuk ke dalam hatimu. Dan sekarang itu menjadi pusat bagi saya selamanya
bulan Maret.
Dan jika aku jatuh, aku ingin pergi kepadamu.
Meski itu berarti aku kalah.
Dan jika aku jatuh, aku ingin pergi kepadamu.
Meski itu berarti aku kalah.
Dan jika aku jatuh, aku ingin pergi kepadamu.
Meski itu berarti aku kalah.