Lagu lain dari Snelle
Deskripsi
Produser: Arno Krabman
Produser: Sander de Bie
Vokal: Snelle
Komposer, Penulis Lirik: Lars Bos
Komposer, Penulis Lirik: Sander de Bie
Lirik dan terjemahan
Asli
Hij heeft haar lievelingsboek vast ingepakt.
Al heeft ze die al honderd keer gelezen.
Hij weet eigenlijk niet eens of ze dat nog kan.
Maar het ging zo hard, zoals verwacht, die laatste weken.
Beneden aan de trap staan de dozen. Hij loopt met rood doorlopen ogen naar boven.
Hij kijkt haar aan en zij heeft echt nog geen idee.
Hij zegt: "Ik hou van jou" en laat alles lopen.
Zij is de kleine lepel, hij weer de grote.
Een kus op haar hoofd en zijn armen om haar heen.
Al is ze er al maandenlang niet meer.
Vannacht is het de allerlaatste keer.
Laat het licht nog even aan.
Stop de tijd, ze mag niet gaan.
En morgenochtend brengt hij haar ontbijt op bed.
En dan lopen ze een rondje door haar nieuwe buurt.
En dan brengt hij haar als altijd zelf wel weg.
Het kan alleen zijn dat het ritje nu net iets langer duurt.
En hij zegt: "Kijk eens lieverd, hier ga je wonen.
Ze gaan je lievelingseten hier koken.
Ze gaan hier beter voor je zorgen dan ik kan. "
Maar dat is allemaal gelukkig pas morgen. Ze doen gewoon of ze de wekker niet horen.
En ze kunnen vast niet slapen door de lamp.
Ze mag niet gaan, maar het gaat niet meer.
Laat het licht nog even aan.
Stop de tijd, ze mag niet gaan.
Laat het licht aan in haar hoofd. Stop de tijd, ze mag niet gaan.
Laat het licht nog even aan.
Laat het licht aan in haar hoofd. Stop de tijd, ze mag niet gaan.
Laat het licht nog even aan.
Terjemahan bahasa Indonesia
Dia pasti sudah membungkus buku favoritnya.
Padahal dia sudah membacanya ratusan kali.
Dia bahkan tidak tahu apakah dia masih bisa melakukan itu.
Tapi itu berjalan begitu cepat, seperti yang diharapkan, pada minggu-minggu terakhir itu.
Kotak-kotak itu ada di bagian bawah tangga. Dia berjalan ke atas dengan mata merah.
Dia menatapnya dan dia benar-benar tidak tahu.
Dia berkata, "Aku mencintaimu" dan melepaskan semuanya.
Dialah sendok kecilnya, dialah sendoknya yang besar.
Ciuman di kepalanya dan lengannya memeluknya.
Padahal sudah berbulan-bulan dia tidak ke sana.
Malam ini adalah yang terakhir kalinya.
Biarkan lampu menyala beberapa saat.
Hentikan waktu, dia tidak bisa pergi.
Dan besok pagi dia akan membawakannya sarapan di tempat tidur.
Dan kemudian mereka berjalan di sekitar lingkungan barunya.
Dan kemudian dia sendiri yang membawanya pergi, seperti biasa.
Mungkin saja perjalanannya memakan waktu sedikit lebih lama.
Dan dia berkata, “Lihat, sayang, di sinilah kamu akan tinggal.
Mereka akan memasak makanan favoritmu di sini.
Mereka akan menjagamu lebih baik di sini daripada aku. "
Tapi untungnya itu semua hanya terjadi besok. Mereka hanya berpura-pura tidak mendengar jam weker.
Dan mereka mungkin tidak bisa tidur karena lampunya.
Dia tidak diizinkan pergi, tapi dia tidak bisa pergi lagi.
Biarkan lampu menyala beberapa saat.
Hentikan waktu, dia tidak bisa pergi.
Biarkan lampu menyala di kepalanya. Hentikan waktu, dia tidak bisa pergi.
Biarkan lampu menyala beberapa saat.
Biarkan lampu menyala di kepalanya. Hentikan waktu, dia tidak bisa pergi.
Biarkan lampu menyala beberapa saat.