Lagu lain dari DJ Eyup
Deskripsi
Komposer: Sinan Akçıl
Penulis Lirik: Sinan Akçıl
Arranger: Sinan Akçıl
Lirik dan terjemahan
Asli
Yüksekten bakınca gördüm yollarımı.
Taşlı sokaklarda bıraktım yarımı.
Gurur taşıdım elimde yaralar.
Suskun gecelerden doğar hatıralar. Gözümde umutla yürüdüm. Dikenler düşüşüm bana öğretti neden.
Kendi yolumda ben hep yeniden. Gurur dedim yanımda tek beden.
Yüksekten bakınca gördüm yollarımı.
Taşlı sokaklarda bıraktım yarımı.
Gurur taşıdım elimde yaralar. Suskun gecelerden doğar hatıralar.
Bir gün dönersem o eski halime. Sorarım kalbime kim vardı yerime.
Bir iz bıraktım soğuk şehirde. Hikayem yazılı kırık defterde. Adımlar ağır, rüzgarla savrul.
Düşerken bile içimde ben durul. Sustukça büyür, gözlerimden vurur.
Her kayıp sonrası bana gurur. Yaradan sevdadır, hatıra kalır.
Zamanla geçse de içimde yanar.
Gözlerimde biriken bin parıltı.
Gururla yürürüm yolum aydınlık.
Yüksekten bakınca gördüm yollarımı.
Taşlı sokaklarda bıraktım yarımı.
Gurur taşıdım elimde yaralar.
Suskun gecelerden doğar hatıralar.
Terjemahan bahasa Indonesia
Ketika aku melihat dari atas, aku melihat jalanku.
Saya meninggalkan separuh saya di jalanan berbatu.
Aku membawa harga diri, luka di tanganku.
Kenangan lahir dari malam yang sunyi. Aku berjalan dengan harapan di mataku. Jatuhnya duri saya mengajari saya alasannya.
Aku selalu berada di jalurku sendiri lagi. Kataku bangga, satu tubuh di sebelahku.
Ketika aku melihat dari atas, aku melihat jalanku.
Saya meninggalkan separuh saya di jalanan berbatu.
Aku membawa harga diri, luka di tanganku. Kenangan lahir dari malam yang sunyi.
Jika suatu saat aku kembali ke diriku yang dulu. Aku bertanya siapa yang mengambil tempatku di hatiku.
Saya meninggalkan jejak di kota yang dingin. Kisahku tertulis di buku catatan yang rusak. Langkahnya berat, tertiup angin.
Bahkan saat aku terjatuh, aku tetap berada di dalam diriku sendiri. Saat aku tetap diam, itu tumbuh dan mengenai mataku.
Itu memberi saya kebanggaan setelah setiap kekalahan. Sang Pencipta adalah cinta, kenangan tetap ada.
Meski berlalu seiring berjalannya waktu, hal itu membara dalam diriku.
Seribu kilau terkumpul di mataku.
Aku berjalan dengan bangga, jalanku terang.
Ketika aku melihat dari atas, aku melihat jalanku.
Saya meninggalkan separuh saya di jalanan berbatu.
Aku membawa harga diri, luka di tanganku.
Kenangan lahir dari malam yang sunyi.