Lagu lain dari DannyLux
Deskripsi
Gitar Requinto: Cesar Armando Posada Uribe
Produser: Cesar Armando Posada Uribe
Bass Elektrik: Daniel Balderrama Espinoza
Tidak diketahui: Daniel Balderrama Espinoza
Gitar Irama: Daniel Balderrama Espinoza
Piano, Produser: Daniel Balderrama Espinoza
Tidak diketahui: Daniel Balderrama Espinoza
Sintesis: Daniel Balderrama Espinoza
Vokal: DannyLux
Insinyur Utama: David Moises Segura
Insinyur Pencampur: David Moises Segura
Produser: David Moises Segura
Tololoche Bass: Edward Bracamonte
Gitar Bass: Edward Bracamonte
Produser: Edward Bracamonte
Gitar Listrik: Ehren Joseph Fear
Produser: Ehren Joseph Fear
Produser Eksekutif: Jose Luis Aguilar Garcia
Komposer: Cesar Armando Posada Uribe
Komposer: Daniel Balderrama Espinoza
Komposer: David Moises Segura
Komposer: Edward Bracamonte
Komposer: Ehren Joseph Fear
Lirik dan terjemahan
Asli
Esta es para ti, chiquita.
Tal vez fue el tiempo que borró el camino que un día recorrimos juntos tú y yo.
Baby, quiero que me hables, que el silencio entre nosotros solo nos causa daño. Estamos ya bien rotos.
Yo apagué tu sonrisa, dejé tus manos vacías. Tal vez todas las culpas sí fueron mías.
Ya todo cambió.
Mis ojos ciegos no vieron tu dolor. Te pido perdón.
LX.
Puro Dani Lux.
Todo cambiará.
Baby, quiero que me hables, que el silencio entre nosotros solo nos causa daño.
Estamos ya bien rotos. Yo apagué tu sonrisa, dejé tus manos vacías.
Tal vez todas las culpas sí fueron mías.
Ya todo cambió.
Mis ojos ciegos no vieron tu dolor.
Te pido perdón.
Terjemahan bahasa Indonesia
Ini untukmu, anak kecil.
Mungkin waktulah yang menghapus jalan yang pernah kau dan aku lalui bersama.
Sayang, aku ingin kamu bicara padaku, karena keheningan di antara kita hanya akan merugikan kita. Kami sudah sangat hancur.
Aku mematikan senyummu, aku membiarkan tanganmu kosong. Mungkin semua kesalahan ada pada saya.
Semuanya sudah berubah.
Mataku yang buta tidak melihat rasa sakitmu. Saya mohon maaf.
LX.
Dani Lux Murni.
Semuanya akan berubah.
Sayang, aku ingin kamu bicara padaku, karena keheningan di antara kita hanya akan merugikan kita.
Kami sudah sangat hancur. Aku mematikan senyummu, aku membiarkan tanganmu kosong.
Mungkin semua kesalahan ada pada saya.
Semuanya sudah berubah.
Mataku yang buta tidak melihat rasa sakitmu.
Saya mohon maaf.