Lagu
Artis
Genre
Sampul lagu Pırıl Pırıl Pırıl Ölüyorum

Pırıl Pırıl Pırıl Ölüyorum

4:34pop Turki, batu Anatolia, arabesk 2026-03-27

Lagu lain dari Zakkum

  1. Fiyakalı Geçmişimiz
Semua lagu

Deskripsi

Dirilis pada: 27-03-2026

Lirik dan terjemahan

Asli

Gel aramıza ör bir duvar.

Üstüne adımızı yaz yan yana.

Geçelim önüne gözlerimiz bağlı.

Orada ikimizi diz kurşuna.

Önünde temiz bir sayfa.

Pırıl pırıl pırıl ölüyorum.

Kafamda bir yolculuk var.

Kapıyı bulamıyorum.

Gel aramıza ör bir duvar.

Üstüne adımızı yaz yan yana.

Geçelim önüne gözlerimiz bağlı.

Orada ikimizi diz kurşuna.

Gel aramıza ör bir duvar.

Üstüne adımızı yaz yan yana.

Geçelim önüne gözlerimiz bağlı.

Orada ikimizi diz kurşuna.

Biri önü biri kalıp, biri arar biri kayıp. Biri göz biri yeşil, biri renk biri körü.

Biri güven biri şüphe, biri ışık biri gölgü.

Biri gündüz biri gece, biri güneş biri perde. Biri kan biri damar.

Peki niye tersten akar? Biri deniz biri kulun, biri beyaz biri koyu.

Yaka yaka güle güle de sana geldiğim yolu. Biri sorar biri sağır, biri doğar biri doğar. Biri son biri bahar.

Ama neden kar yağar? Sen yapma beni sana vura vura böyle böyle.

Dokuz candan sekizini harcadık öyle öyle. Sana göre bağ böyle. Bana göre muharebe muharebe.

Pat pat pat patlıyor. Lütfen bak gel ihtiras kıra bekle.

Kopakopa keleke tutmuyor işte. Aklımı kalbime bağlayan tendonu.

Bir acı boğazımda göğsümde kabasa. Seveme bile bile, seve seve bile bile.

Stockholm sendromu.

Gel hevesini al.

Ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra.

Nefretin kaç yazar?

Ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra.

Yol çukur gözlerimiz bağlı.

Nefesin hançer vur boynuma.

Gel hevesini al.

Ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra.

Nefretin kaç yazar?

Ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra.

Yol çukur gözlerimiz bağlı.

Nefesin hançer vur boynuma.

Gel aramıza ör bir duvar.

Üstüne adımızı yaz yan yana.

Geçelim önüne gözlerimiz bağlı.

Orada ikimizi diz kurşuna.

Gel sana vura vura böyle böyle. Dokuz candan sekizini harcadık öyle öyle.

Terjemahan bahasa Indonesia

Datang dan bangun tembok di antara kita.

Tuliskan nama kami di sana, bersebelahan.

Mari kita lanjutkan, dengan mata tertutup.

Berlutut dan tembak kami berdua di sana.

Sebuah lembaran bersih di depan Anda.

Saya sekarat dengan cerah.

Ada sebuah perjalanan dalam pikiranku.

Saya tidak dapat menemukan pintunya.

Datang dan bangun tembok di antara kita.

Tuliskan nama kami di sana, bersebelahan.

Mari kita lanjutkan, dengan mata tertutup.

Berlutut dan tembak kami berdua di sana.

Datang dan bangun tembok di antara kita.

Tuliskan nama kami di sana, bersebelahan.

Mari kita lanjutkan, dengan mata tertutup.

Berlutut dan tembak kami berdua di sana.

Yang satu di depan, yang satu macet, yang satu mencari, yang satu lagi hilang. Satu matanya berwarna hijau, satu lagi buta warna.

Yang satu adalah kepercayaan, yang satu adalah keraguan, yang satu adalah cahaya, yang satu adalah bayangan.

Yang satu siang dan yang satu malam, yang satu matahari dan yang satu tirai. Yang satu adalah darah, yang lainnya adalah vena.

Lalu mengapa alirannya terbalik? Yang satu adalah laut dan yang satu lagi milik pelayan, yang satu berwarna putih dan yang lainnya gelap.

Ucapkan selamat tinggal pada caraku datang kepadamu. Ada yang bertanya, ada yang tuli, ada yang lahir, ada yang lahir. Yang terakhir adalah musim semi.

Tapi kenapa salju turun? Jangan membuatku memukulmu seperti ini.

Kita menyia-nyiakan delapan dari sembilan nyawa, begitu saja. Bagimu, inilah ikatannya. Bagi saya, pertempuran adalah pertempuran.

Itu terjadi bum, bum, bum. Silakan lihat, datang dan tunggu dengan penuh semangat.

Kopakopa tidak menahan diri. Tendon yang menghubungkan pikiran saya dengan hati saya.

Sakit di tenggorokan dan dadaku. Meski aku tak bisa mencintai, padahal aku menyukainya.

Sindrom Stockholm.

Datang dan bersemangatlah.

Ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra.

Berapa banyak penulis yang Anda benci?

Ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra.

Jalannya berlubang, mata kami ditutup.

Nafasmu bagaikan belati di leherku.

Datang dan bersemangatlah.

Ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra.

Berapa banyak penulis yang Anda benci?

Ra ra ra ra ra ra ra ra ra ra.

Jalannya berlubang, mata kami ditutup.

Nafasmu bagaikan belati di leherku.

Datang dan bangun tembok di antara kita.

Tuliskan nama kami di sana, bersebelahan.

Mari kita lanjutkan, dengan mata tertutup.

Berlutut dan tembak kami berdua di sana.

Ayo, pukul kamu seperti ini. Kita menyia-nyiakan delapan dari sembilan nyawa, begitu saja.

Tonton video Zakkum - Pırıl Pırıl Pırıl Ölüyorum

Statistik lagu:

Pemutaran Spotify

Posisi tangga lagu Spotify

Puncak tangga lagu

Tayangan YouTube

Posisi tangga lagu Apple Music

Shazams Shazam

Posisi tangga lagu Shazam