Lagu lain dari Polen
Deskripsi
Penulis Lirik Komposer: Zeki Alper Gülay
Penulis Lirik Komposer: Mehmet Mutlu
Musisi Utama: Berke Köymen
Produser Studio: Mehmet Mutlu
Produser Studio: Zeki Alper Gülay
Insinyur Pencampur: onur karadaş
Lirik dan terjemahan
Asli
Belki gittin, belki yoksun.
Ama ruhun dolanır salonumda.
Bazen uzanır koltuğuma. Yaşatırım seni tutunup anılara.
Boynumda nefesi, elleri omuzumdan aşağı.
Onun dokunuşu bir başka.
Susmuyor iç sesim, çağırır onu her an.
Kıskanır melekler, kokusu cennetten bir parça.
Yastığımda duruyor hâlâ.
Koynumda.
Sarılır bana, haberi yok ama koynumda.
Isıtır düşü, haberi yok ama koynumda.
Sarılır bana, haberi yok ama koynumda, koynumda.
Yaşatırım seni tutunup anılara. Boynumda nefesi, elleri omuzumdan aşağı.
Onun dokunuşu bir başka.
Susmuyor iç sesim, çağırır onu her an.
Kıskanır melekler, kokusu cennetten bir parça.
Yastığımda duruyor hâlâ.
Koynumda.
Sarılır bana, haberi yok ama koynumda.
Isıtır düşü, haberi yok ama koynumda.
Sarılır bana, haberi yok ama koynumda, koynumda.
Yaşatırım seni tutunup anılara.
Boynumda nefesi, elleri omuzumdan aşağı.
Onun dokunuşu bir başka.
Susmuyor iç sesim, çağırır onu her an.
Kıskanır melekler, kokusu cennetten bir parça.
Yastığımda duruyor hâlâ.
Terjemahan bahasa Indonesia
Mungkin kamu sudah pergi, mungkin kamu tidak di sana.
Tapi jiwamu berkeliaran di ruang tamuku.
Terkadang dia berbaring di sofaku. Aku akan membuatmu tetap hidup dengan menyimpan kenangan.
Napasnya di leherku, tangannya di bahuku.
Sentuhannya berbeda.
Suara batinku tak tinggal diam, ia memanggil kapan saja.
Malaikat iri dengan aromanya, sepotong surga.
Masih ada di bantalku.
Di dadaku.
Dia memelukku, dia tidak tahu tapi dia ada di dadaku.
Itu menghangatkan mimpinya, dia tidak menyadarinya tapi itu ada di dadaku.
Dia memelukku, dia tidak tahu, tapi dia ada di dadaku, di dadaku.
Aku akan membuatmu tetap hidup dengan menyimpan kenangan. Napasnya di leherku, tangannya di bahuku.
Sentuhannya berbeda.
Suara batinku tak tinggal diam, ia memanggil kapan saja.
Malaikat iri dengan aromanya, sepotong surga.
Masih ada di bantalku.
Di dadaku.
Dia memelukku, dia tidak tahu tapi dia ada di dadaku.
Itu menghangatkan mimpinya, dia tidak menyadarinya tapi itu ada di dadaku.
Dia memelukku, dia tidak tahu, tapi dia ada di dadaku, di dadaku.
Aku akan membuatmu tetap hidup dengan menyimpan kenangan.
Napasnya di leherku, tangannya di bahuku.
Sentuhannya berbeda.
Suara batinku tak tinggal diam, ia memanggil kapan saja.
Malaikat iri dengan aromanya, sepotong surga.
Masih ada di bantalku.