Deskripsi
Produser: Philipp Evers
Vokal: Christian Tesch
Komposer: Christian Tesch
Komposer: Philipp Evers
Penulis Lirik: Christian Tesch
Lirik dan terjemahan
Asli
Kamst ganz leise in mein Leben und ich schau dir ins Gesicht.
Kein großes Drama, kein Versprechen, nur ein Blick, der alles spricht.
Saßen stundenlang am Fenster, Regen tanzte auf dem Glas.
Du hast gefragt, ob ich bleibe und ich wusste, du bist es.
Du bist alles seit dem ersten Tag und bist alles, was ich immer mag.
Und wenn du fragst, wohin wir gehen, laufen weiter, ohne umzudrehen.
Ich lieb dich, bis wir alt sind.
Bis wir langsam gehen, bis deine Hände Falten tragen und wir trotzdem tanzen gehen. Ich lieb dich, bis wir alt sind.
Bis die Welt sich anders dreht, weil ich in deinen Augen noch dieselbe Zukunft seh.
Ich seh uns auf der alten Bank.
Du liest die Zeitung, ich hör zu.
Wir streiten noch um Kleinigkeiten, doch versöhnen uns erneut.
Unsere Haare grauen die Tage leise. Ja, du bist es, was ich schätze.
Mich trag dein Bild auf jeder Reise. Du bist mein Alpha und mein Ziel.
Du bist alles seit dem ersten Tag und bist alles, was ich immer mag.
Und wenn du fragst, wohin wir gehen, laufen weiter, ohne umzudrehen.
Ich lieb dich, bis wir alt sind.
Bis wir langsam gehen, bis deine Hände Falten tragen und wir trotzdem tanzen gehen. Ich lieb dich, bis wir alt sind.
Bis die Welt sich anders dreht, weil ich in deinen Augen noch dieselbe Zukunft seh.
Oh-oh-oh-oh.
Oh-oh-oh-oh. Oh-oh-oh-oh. Oh-oh-oh-oh.
Terjemahan bahasa Indonesia
Kamu datang ke dalam hidupku dengan sangat diam-diam dan aku menatap wajahmu.
Tidak ada drama besar, tidak ada janji, hanya tampilan yang menjelaskan semuanya.
Duduk di dekat jendela berjam-jam, hujan menari di atas kaca.
Anda bertanya apakah saya akan tinggal dan saya tahu itu Anda.
Kamu telah menjadi segalanya sejak hari pertama dan segalanya yang selalu aku sukai.
Dan saat kau bertanya kemana kita akan pergi, kita terus berjalan tanpa kembali.
Aku mencintaimu sampai kita tua.
Hingga kita berjalan perlahan, hingga tanganmu berkerut dan kita tetap menari. Aku mencintaimu sampai kita tua.
Hingga dunia berubah berbeda karena aku masih melihat masa depan yang sama di matamu.
Sampai jumpa di bangku lama.
Anda membaca koran, saya mendengarkan.
Kami masih berdebat tentang hal-hal kecil, tapi kami berbaikan lagi.
Rambut kami beruban secara perlahan selama berhari-hari. Ya, kamulah yang aku hargai.
Citramu membawaku dalam setiap perjalanan. Anda adalah alfa saya dan tujuan saya.
Kamu telah menjadi segalanya sejak hari pertama dan segalanya yang selalu aku sukai.
Dan saat kau bertanya kemana kita akan pergi, kita terus berjalan tanpa kembali.
Aku mencintaimu sampai kita tua.
Hingga kita berjalan perlahan, hingga tanganmu berkerut dan kita tetap menari. Aku mencintaimu sampai kita tua.
Hingga dunia berubah berbeda karena aku masih melihat masa depan yang sama di matamu.
Oh-oh-oh-oh.
Oh-oh-oh-oh. Oh-oh-oh-oh. Oh-oh-oh-oh.