Deskripsi
terakhir di sini sendirian - ACT III : Kembalinya · sebelas belas · Tir Saputra · Yogawerda Kessawa · Rona Hartriant · Almas Makitsuna · Rona Hartriant · Annissa Utami
terakhir di sini sendirian - ACT III : The Return
Lirik dan terjemahan
Asli
Under the stellar constellation, I wish that I could float away.
I can't believe that I'm still right here, wide awake.
Is this a chance at my redemption? To try again and mend the pain?
Drowning water in the vastness of the deep. I turn my gaze upward to view the galaxies afar.
I make the stars seem so pristine and dull.
How can I redeem myself with how my mind is spun around? It flashed before my eyes up till the sun went down.
It weighs my body while I'm resting whole.
I'm petrified, can I last here all alone?
In the wake of my resurrection, I'm letting go of latter day. Swinging the flow to make her pray.
She finally finds the zero floor, safe.
In a heavenly constellation, we're floating up the Milky Way.
Slowing motion, it's becoming the death of me.
I'm slowing off the course.
Time's up, time hurts. Made quasar my defeat. Faster up the stream.
Determined where I'm supposed to be. Past the bitter chill. The gods won't be my fear, I'll last it all.
Then I will enjoy the almighty fall. Watch it all unfold like a hostile heart in me.
How can I redeem myself with how my mind is spun around? It flashed before my eyes up till the sun went down.
It weighs my body while I'm resting whole.
I'm petrified, can I last here all alone?
How can I redeem myself with how my mind is spun around? It flashed before my eyes up till the sun went down.
It weighs my body while I'm resting whole.
I'm petrified, can I last here all alone?
Can I last here all alone? Whoa.
Last here all alone.
Last here all alone.
Terjemahan bahasa Indonesia
Di bawah konstelasi bintang, saya berharap bisa melayang jauh.
Aku tidak percaya aku masih di sini, terjaga sepenuhnya.
Apakah ini kesempatan penebusanku? Untuk mencoba lagi dan menyembuhkan rasa sakitnya?
Menenggelamkan air di luasnya samudera raya. Aku mengalihkan pandanganku ke atas untuk melihat galaksi di kejauhan.
Aku membuat bintang-bintang tampak begitu murni dan kusam.
Bagaimana saya bisa menebus diri saya dengan cara pikiran saya berputar? Itu melintas di depan mataku sampai matahari terbenam.
Itu membebani tubuh saya saat saya beristirahat utuh.
Aku ketakutan, bisakah aku bertahan disini sendirian?
Setelah kebangkitanku, aku melepaskan hari akhir. Mengayunkan arus untuk membuatnya berdoa.
Dia akhirnya menemukan lantai nol, aman.
Di konstelasi surgawi, kita melayang di Bima Sakti.
Gerakan melambat, itu menjadi kematianku.
Aku memperlambat jalannya.
Waktu habis, waktu menyakitkan. Menjadikan quasar sebagai kekalahanku. Lebih cepat di aliran.
Memutuskan dimana aku seharusnya berada. Melewati rasa dingin yang pahit. Para dewa tidak akan menjadi ketakutanku, aku akan bertahan dalam semuanya.
Lalu aku akan menikmati musim gugur yang maha kuasa. Saksikan semuanya terungkap seperti hati yang bermusuhan dalam diriku.
Bagaimana saya bisa menebus diri saya dengan cara pikiran saya berputar? Itu melintas di depan mataku sampai matahari terbenam.
Itu membebani tubuh saya saat saya beristirahat utuh.
Aku ketakutan, bisakah aku bertahan disini sendirian?
Bagaimana saya bisa menebus diri saya dengan cara pikiran saya berputar? Itu melintas di depan mataku sampai matahari terbenam.
Itu membebani tubuh saya saat saya beristirahat utuh.
Aku ketakutan, bisakah aku bertahan disini sendirian?
Bisakah aku bertahan disini sendirian? Wah.
Terakhir di sini sendirian.
Terakhir di sini sendirian.