Lagu lain dari Jakub Zaron
Lagu lain dari Jeza
Deskripsi
Diterbitkan: 19 September 2025
Lirik dan terjemahan
Asli
Woła mnie horyzont. Głęboki wód i morza zew.
Usłyszeć chcę syreni śpiew.
Ot tak dryfuję w emocjach od lat jak boja.
Oto ja.
Wiem, nie przyjdzie taki sztorm, co zatrzyma ten okręt.
Szczęśliwy fal, gdy mnie widzisz za oknem. Niebo gwiazd. Żadna nie wie, gdzie dotrę.
Pomimo ran dalej płynę i dobrze. Niech nam wieje wiatr w nasze własne strony.
Niech nam wieje wiatr.
Niech Ci sprzyja wiatr.
Nie miałem serca na lądzie. Pośród fal utopię łzy.
Ostatni rejs pod słońcem. Nawet wpław choć parę mil.
Nie chciałem miejsca na lądzie. Dziś wypłynę, skoro świt.
Będą tęsknić jak ocean.
Choć mój śpiew spokojny, niejeden okręt stracił przez niego cel.
Coś wyszepczę Ci wśród wody.
Bo stracisz zmysły na moment, by znów znaleźć je.
I nie będzie tych emocji, tylko spokój. Roztopią się wody, już tylko na pokład.
Odbijesz się od dna, by już nie wracać tam nigdy więcej.
To nie ja w myśli Twojej żyłam.
Jestem, choć nigdy nie było mnie tu.
Złamałeś serce na lądzie. Pośród fal utopisz łzy.
Ostatni rejs pod słońcem. Nawet wpław choć parę mil.
Zabrakło miejsca na lądzie. Dziś wypłyniesz, skoro świt.
Będą tęsknić jak ocean.
Nie miałem serca na lądzie. Pośród fal utopię łzy.
Ostatni rejs pod słońcem. Nawet wpław choć parę mil.
Nie chciałem miejsca na lądzie. Dziś wypłynę skoro świt.
Będą tęsknić jak ocean
Terjemahan bahasa Indonesia
Cakrawala memanggilku. Air dalam dan laut di luar.
Saya ingin mendengar lagu sirene.
Begitu saja, bertahun-tahun emosiku melayang seperti pelampung.
Inilah saya.
Aku tahu, tidak akan ada badai yang bisa menghentikan kapal ini.
Gelombang bahagia saat kau melihatku di luar jendela. Langit bintang. Tak satu pun dari mereka tahu di mana saya akan berakhir.
Meskipun saya terluka, saya masih berenang dan melakukannya dengan baik. Biarkan angin bertiup ke arah kita masing-masing.
Biarkan angin bertiup.
Semoga angin mendukungmu.
Saya tidak punya hati di darat. Aku akan menenggelamkan air mataku di antara ombak.
Pelayaran terakhir di bawah matahari. Bahkan berenang beberapa mil.
Saya tidak ingin tempat di darat. Hari ini saya akan berlayar saat fajar.
Mereka akan merindukanmu seperti lautan.
Meski nyanyianku tenang, banyak kapal yang kehilangan tujuan karenanya.
Aku akan membisikkan sesuatu padamu di dalam air.
Karena Anda akan kehilangan akal sejenak, hanya untuk menemukannya kembali.
Dan tidak akan ada emosi, yang ada hanya kedamaian. Airnya akan mencair, hanya sampai ke geladak.
Anda akan mencapai titik terendah, dan tidak akan pernah kembali ke sana lagi.
Bukan aku yang hidup dalam pikiranmu.
Saya di sini, meskipun saya tidak pernah di sini.
Kamu patah hati di darat. Kamu akan menenggelamkan air matamu di antara ombak.
Pelayaran terakhir di bawah matahari. Bahkan berenang beberapa mil.
Tidak ada ruang di darat. Hari ini kamu akan berlayar saat fajar.
Mereka akan merindukanmu seperti lautan.
Saya tidak punya hati di darat. Aku akan menenggelamkan air mataku di antara ombak.
Pelayaran terakhir di bawah matahari. Bahkan berenang beberapa mil.
Saya tidak ingin tempat di darat. Hari ini saya akan berlayar saat fajar.
Mereka akan merindukanmu seperti lautan