Lagu lain dari Tiara Andini
Deskripsi
Dalam baris-baris ini - beban upaya untuk menjadi versi diri yang “nyaman”, sementara kepribadian sejati bersembunyi diam-diam di balik bayang-bayang. Seperti kostum yang dijahit oleh tangan orang lain: terlihat bagus, tetapi terasa sakit saat dikenakan. Dan di suatu tempat di dalam hati terdengar permintaan: untuk melihat, mendengar, dan mencintai siapa diri yang sebenarnya, bukan potret yang digambarkan.
Ini adalah musik tentang kelelahan dan kejujuran - tentang betapa menyakitkannya memakai topeng demi kenyamanan orang lain dan betapa kuatnya keinginan untuk menjadi diri sendiri dan tetap dicintai.
Penulis: Tiara Andini dan Adrian Rahmat Purwanto
Produser: S/EEK
Keyboard dan synthesizer: Adrian Rahmat Purwanto
Drum dan pemrograman: Jessilardus Meits dan Marco SteDiano
Drum direkam di Sum It Studio, sutradara suara: Kevin Quincy
Gitar: Yosua Jan
Aransemen string: Ericson Jayanto
Vokal direkam di Dexter Studios, sutradara suara: Barsena Bestandi dan Johannes Abi
Sutradara, produser, dan penyunting: Barsena Bestandi
Pencampuran: Carlo Yogi, pencampuran dan mastering: Dimas Pradipta di Sum It Studio
Lirik dan terjemahan
Asli
Ulah siapa yang bisa buatku begini?
Gila, ini bahagia apa menderita?
Langit lagi bagus-bagusnya, tapi bagiku biasa saja
Dia buatku terkesima
Menyapamu tak berani, menciummu apalagi
Mata, pundak, lutut, kaki, gemetar ku berdiri
Kalau sampai kumiliki, tak mau ku tidur lagi
Alamat, malah nanti kau pergi
Kalau ada sembilan nyawa
Mau samamu saja semuanya
Ini dada isinya kamu semua
Alamak, inikah jatuh cinta?
Apa kamu sayang? Apa khayalan? Cubit aku sekarang, ya
Buat mabuk kepayang, seketika pingsan, mana nafas buatan? Ya
Can I see you for a minute? Boleh aku visit?
See your mom and dad, aku pamit
Kalau memang naga-naganya kau berkenan, ku berangkat sekarang
Menyapamu tak berani, menciummu apalagi
Mata, pundak, lutut, kaki, gemetar ku berdiri
Kalau sampai kumiliki, tak mau ku tidur lagi
Alamat, malah nanti kau pergi, yeah-hey
Kalau ada sembilan nyawa
Mau samamu saja semuanya (alamak, ku jatuh cinta)
Ini dada (penuh tanya di dada)
Isinya kamu semua (penuh tanya di dada)
Alamak, inikah jatuh cinta?
Minimal kau bilang bila kau tak sayang
Biar kutahan perasaan
Jadi, berhenti kau menatap, karena ku tak kuat (ku tak kuat)
Tak kuat (tak kuat) berharap
Kalau ada sembilan nyawa
Mau samamu saja semuanya
(Coba buka) ini dada isinya kamu semua
Oh, gawat, ini ku jatuh cinta
Kalau ada sembilan nyawa
Mau samamu saja (langit, kau mempesona)
Semuanya (enggak mau yang lain-lainnya)
Ini dada isinya kamu semua (semuanya)
Alamak, inikah jatuh cinta?
Gila, naga-naganya ku telah jatuh cinta
Alamak, inikah jatuh cinta?