Lagu lain dari Tiara Andini
Deskripsi
Cinta kadang-kadang berperilaku seperti lampu yang rusak - kadang bersinar begitu terang hingga membuat mata menyipit, lalu tiba-tiba berkedip dan padam. Sepertinya semuanya sudah jelas, tetapi tangan tetap terulur untuk menyalakannya kembali, berharap lampu itu akan menyala seperti sebelumnya.
Ini bukan tentang kelemahan atau kebanggaan - ini tentang kehangatan yang keras kepala, yang tetap hidup bahkan di tengah retakan. Ketika hati sudah terengah-engah karena rasa sakit, tetapi bibir masih mencari kata-kata pembenaran. Ketika “tidak apa-apa” diucapkan alih-alih “sakit”, karena jika tidak - Anda akan hancur.
Namun, dalam ritme yang hancur ini ada sesuatu yang manusiawi dan indah. Karena bahkan di ambang batas, bahkan di bawah gemerisik air mata sendiri - seseorang masih bisa mencintai “sampai tetes terakhir kesabaran”.
Lirik dan terjemahan
Asli
Semua denting nadi bergetar untukmu
Tapi beraninya kau lukai
Sudut mata ini basah berlinang lagi
Masih saja ku di sini tak cemburu
Coba saja, silakan cari
Cinta seperti aku
Jangan kau tanya besarnya cintaku padamu
Kau bohongi aku, aku tak apa
Haruskah bibirku yang beritahu kamu jawabnya?
Sabar ini juga ada batasnya
Ho-oh
Bara kisah ini tak sehangat dulu
Tapi masih menyala untukmu
Hancur hati ini, patah, terluka lagi
Masih saja senyumanmu yang kunanti
Coba saja, silakan cari
Cinta seperti aku
Jangan kau tanya besarnya cintaku padamu
Kau bohongi aku, aku tak apa
Haruskah bibirku yang beritahu kamu jawabnya?
Sabar ini juga ada batasnya, oh-ho-oh
Tak sanggup lagi ku berpura-pura
Tersenyum meski hati ini terluka
Mencintaimu sampai di batas air mata
(Kau bohongi aku) aku tak apa
Haruskah bibirku yang beritahu kamu jawabnya?
Sabar ini ada batasnya
Jangan kau tanya besarnya cintaku padamu
Kau bohongi aku, aku tak apa
Haruskah bibirku yang memberitahu jawabnya?
Sabar ini juga ada batasnya, ho-oh
Air mata sudah sampai batasnya