Lagu lain dari Berkay Altunyay
Deskripsi
Terkadang cukup dengan satu pandangan - dan semuanya, dunia kehilangan fokus. Mata mulai “gatal” karena keinginan untuk melihat lebih lama, lebih dekat, lebih dalam. Di suatu tempat di antara asap rakia dan bisikan malam, kegilaan itu lahir: ringan, mabuk, tetapi benar-benar nyata.
Dia seperti percikan api di atas gelas, api yang menghangatkan dan membakar pada saat yang bersamaan. Sepertinya tidak ada yang istimewa: hanya tawa, hanya kilau rambut... Tapi dada sudah panas, dan tidak ada es, akal sehat, atau jarak yang bisa menyelamatkan.
Lirik: Berkay Altunay
Musik: Berkay Altunay
Editor: Berkay Altunay, Kadir “Eksa” Akbaba
Sutradara dan sinematografer: Umutkan Cetin
Editor: Ahmet Gündüz
Warna: Musap Çelik
Pencahayaan: Tirakanos
Fotografi: Cevher Yüksel
Gaya: Tuana Çakıcı.
Produksi: Samchues
Lirik dan terjemahan
Asli
Kaşınıyor gözümün en içine bakıp
Adı yara gecelere bana rakı masası
Kaşı gözü sarı bakarım usul usul
Ama yakacak elimi bile ateşi hazır
Şükür yaradana kafam rahat
Şükür yaradana kafam rahat
Oynasın derin derin
Ah içim cayır cayır
Yandı ki peşindeyim hala
Görünmüyor dağlar
Uzaklardan
Baka baka düş kurup
İçi de ne büş
Değmez mi canıma değsin
O nasıl bi' gülüş
Kaşınıyor gözümün en içine bakıp
Adı yara gecelere bana rakı masası
Kaşı gözü sarı bakarım usul usul
Ama yakacak elimi bile ateşi hazır
Oynasın derin derin
Ah içim cayır cayır
Yandı ki peşindeyim hala
Uzaklardan baka baka düş kurup içi de ne büş
Değmez mi canıma değsin o nasıl bi' gülüş
Uzaklardan
Uzaklardan
Oynasın derin derin ah içim cayır cayır yandı ki peşindeyim hala
Uzaklardan baka baka düş kurup içi de ne büş
Değmez mi canıma değsin o nasıl bi' gülüş
Terjemahan bahasa Indonesia
Gatal rasanya menatap mataku
Namanya bekas luka untuk malam, meja raki buatku
Alis dan matanya berwarna kuning, aku memandangnya dengan lembut
Namun apinya siap membakar tanganku sekalipun
Alhamdulillah, pikiranku tenang
Alhamdulillah, pikiranku tenang
Biarkan dia bermain lebih dalam
Oh hatiku terbakar
Sungguh menyakitkan aku masih mengejarmu
Gunung-gunung tidak terlihat
dari jauh
Bermimpi dan bermimpi
Apa yang ada di dalamnya
Bukankah itu sepadan sayangku?
Senyum macam apa itu?
Gatal rasanya menatap mataku
Namanya bekas luka untuk malam, meja raki buatku
Alis dan matanya berwarna kuning, aku memandangnya dengan lembut
Namun apinya siap membakar tanganku sekalipun
Biarkan dia bermain lebih dalam
Oh hatiku terbakar
Sungguh menyakitkan aku masih mengejarmu
Melihat dari jauh, memimpikan apa yang ada di dalamnya
Bukankah itu sepadan, senyuman macam apa itu?
dari jauh
dari jauh
Biarkan bermain dalam-dalam, oh, hatiku sakit sekali hingga aku masih mengejarmu.
Melihat dari jauh, memimpikan apa yang ada di dalamnya
Bukankah itu sepadan, senyuman macam apa itu?