Lagu lain dari .Feast
Deskripsi
Terkadang, bahkan udara di lorong rumah sakit terdengar lebih keras daripada kata-kata. Segala sesuatu di dunia seolah berhenti - jam berhenti berdetak, pikiran berjalan berbisik, dan doa menjadi sederhana seperti kalimat anak-anak: "jangan hari ini saja". Tanpa metafora, tanpa frasa indah tentang takdir dan karma - hanya rasa takut kehilangan. Musik mengalir seperti napas antara isak tangis dan kepasrahan. Tidak ada keputusasaan di dalamnya, hanya permohonan penundaan kecil - setidaknya satu hari, untuk "sementara di dekat" lagi. Dan dalam tawar-menawar yang aneh dan lembut dengan waktu ini, tiba-tiba muncul hal yang paling manusiawi - kemampuan untuk melepaskan, tetapi tidak sekaligus. Awalnya - tidak hari ini. Penulis: Baskara Putra Komposer: Baskara Putra, Adnan Satyanugraha Putra, Dicky Renanda Putra, Fadli Fikriawan Wibowo, Muhammad Lutfi Adianto, Muhammad Erlangga A.N., Kathleen Ivanka, Rama Harto Wiguna Penata Musik: Baskara Putra, Adnan Satyanugraha Putra, Dicky Renanda Putra, Fadli Fikriawan Wibowo, Cosmicburp, Muhammad Erlangga A.N., Kathleen Ivanka, Rama Harto Gitar Dimainkan oleh: Adnan Satyanugraha Putra, Dicky Renanda Putra, Muhammad Lutfi Adianto, Muhammad Erlangga A.N., Rama Harto Bass Sintetis Dimainkan oleh: Muhammad Lutfi Adianto, Rama Harto Piano, Keyboard, Sintetis Dimainkan oleh: Muhammad Lutfi Adianto, Rama Harto Vokal Latar: Kathleen Ivanka Penata Musik Drum dan Pemain: Dias Wijahantho Pengarah Vokal: Dennis Ferdinand Vokal Direkam oleh: Kevin Quincy dari Sum It! Studio Vokal Diedit oleh: Kevin Quincy Produser: Cosmicburp, Muhammad Erlangga A.N., Kathleen Ivanka, Rama Harto Direkam di studio "Rekamsemester", "Soundverve Studio", "Kosan Komunal Melon". Mix: Rama Harto di studio Rekamsemester Penguasaan: Dimas Pradipta di Sum It! Studio
Lirik dan terjemahan
Asli
Oh, jelas aku tahu
Bunga akan layu
Rumput kian mengering
Daun 'kan menguning
Kau tahu, menurutku
Waktu adalah kutukan, ancaman, bualan
Dan satu per satu orang sekitarku
Mulai ditinggalkan, oh, ini peringatan
Untukku, oh, Tuan, wahai kematian
Ku tak bisa melawan, jamah perhentian
Berjanji kuikhlaskan dengan rela
Namun, jangan hari ini
Melihatmu masuk ke dalam ruang operasi
Berdoa semalam suntuk di kamar yang hening
Tanpa metafora dan analogi
Kiasan berbelit diksi, tanpa berbungkus fiksi
Aku takut
Untuknya, oh, Tuan, wahai kematian
Ku tak bisa melawan, jamah perhentian
Berjanji kuikhlaskan dengan rela
Namun, jangan hari ini
Kurelakan
Oh, Tuan
Kurelakan
Namun, jangan hari ini
Kurelakan
Oh, Tuan
Kurelakan
Namun, jangan hari ini
Kurelakan
Oh, Tuan
Kurelakan
Namun, jangan hari ini
Namun, jangan hari ini