Lagu lain dari Can Demir
Lagu lain dari Frem
Deskripsi
Produser: Bisakah Demir
Mencampur dan menguasai: Frem dan Kan Demir
Sutradara: Dogus Ozturk
Label: Kotak Musik İstanbul
Produser: Can Demir dan Cengiz Okur
Lirik dan terjemahan
Asli
Bir de Can Demir geçerse beate.
Fotoğrafta gülümsedim, hayatta hep öldüm.
Hayatta yapmaz dedim, yapmazlar dedim ne varsa gördüm.
Ben dışında herkesi gördün. İki gözden bir bana kördün.
Yapayalnız ve küçücük bir çocuktum daha.
Bıraktılar bir başıma, kaldım büyümek durumunda.
Yetemedim bir başıma, bölündüm parçalara.
Odam karanlık, içimde bir ışık var hâlâ.
İçim karardı, kafamda düşünceler tonla. Tonla sırtladım bu yük beni eritti zamanla.
Dertten başka bir şey kalmadı kafamda. Elimde bir resmim var.
Öylece baka kaldım. Ne yazık şu kaç yaşında? Yıllanmış ihtiyarım.
Mutlu gibi görünsem de mânalıdır göz altlarım.
Küle dönmüş çok kare var ama bunu yakamadım. Fotoğrafta gülümsedim, hayatta hep öldüm.
Hayatta yapmaz dedim, yapmazlar dedim ne varsa gördüm.
Ben dışında herkesi gördün. İki gözden bir bana kördün.
Yapayalnız ve küçücük bir çocuktum daha.
Bıraktılar bir başıma, kaldım büyümek durumunda.
Yetemedim bir başıma, bölündüm parçalara. Fotoğrafta gülümsedim, hayatta hep öldüm.
Hayatta yapmaz dedim, yapmazlar dedim ne varsa gördüm.
Ben dışında herkesi gördün.
Yapayalnız ve küçücük bir çocuktum daha.
Bıraktılar bir başıma, kaldım büyümek durumunda.
Yetemedim bir başıma, bölündüm parçalara.
Terjemahan bahasa Indonesia
Dan jika Can Demir lolos, kalahkan.
Saya tersenyum di foto, saya selalu mati dalam hidup.
Saya bilang mereka tidak akan melakukannya dalam hidup, saya bilang mereka tidak akan melakukannya, saya melihat semuanya.
Anda melihat semua orang kecuali saya. Anda buta terhadap saya dari kedua mata.
Aku hanyalah seorang anak kecil yang kesepian.
Mereka meninggalkan saya sendirian, saya harus tumbuh dewasa.
Aku tidak bisa mencukupi kebutuhanku sendiri, aku hancur berkeping-keping.
Kamarku gelap, masih ada cahaya di dalam diriku.
Aku merasa gelap, banyak pikiran di kepalaku. Beban yang kupikul di pundakku ini, lama kelamaan meluluhkanku.
Tak ada yang tersisa dalam pikiranku selain masalah. Saya memiliki gambar di tangan saya.
Aku hanya berdiri disana sambil menatap. Sayang sekali, berapa umurnya? Saya sudah tua.
Meskipun aku terlihat bahagia, bagian bawah mataku ekspresif.
Ada banyak kotak yang berubah menjadi abu, tapi saya tidak bisa membakar yang ini. Saya tersenyum di foto, saya selalu mati dalam hidup.
Saya bilang mereka tidak akan melakukannya dalam hidup, saya bilang mereka tidak akan melakukannya, saya melihat semuanya.
Anda melihat semua orang kecuali saya. Anda buta terhadap saya dari kedua mata.
Aku hanyalah seorang anak kecil yang kesepian.
Mereka meninggalkan saya sendirian, saya harus tumbuh dewasa.
Aku tidak bisa mencukupi kebutuhanku sendiri, aku hancur berkeping-keping. Saya tersenyum di foto, saya selalu mati dalam hidup.
Saya bilang mereka tidak akan melakukannya dalam hidup, saya bilang mereka tidak akan melakukannya, saya melihat semuanya.
Anda melihat semua orang kecuali saya.
Aku hanyalah seorang anak kecil yang kesepian.
Mereka meninggalkan saya sendirian, saya harus tumbuh dewasa.
Aku tidak bisa mencukupi kebutuhanku sendiri, aku hancur berkeping-keping.