Lagu lain dari La Oreja de Van Gogh
Deskripsi
Pelaku Terkait, Produser: La Oreja de Van Gogh
Penulis Lirik, Komposer: Amaia Montero
Komposer, Penulis Lirik: Xabi San Martín
Penulis Lirik, Komposer: Álvaro Fuentes
Penulis Lirik, Komposer: Haritz Garde
Komposer, Penulis Lirik: Pablo Benegas
Produser: Nigel Walker
Lirik dan terjemahan
Asli
Solo una palabra se hubiera llevado el dolor.
Con el beso amargo de aquel licor hubiera bastado, mi amor.
Solo una mentira, seguirme conmigo a pasear.
Sentirme querida en aquel abrazo, mi alma.
Con el vestido azul que un día conociste, me marcho sin saber si me besaste antes de irte.
Te di mi corazón y tú lo regalaste.
Te di todo el amor que pude darte y me robaste.
He rasgado mi vestido con una copa de vino.
Hoy tu amor corta como el cristal.
En el cielo hay playas donde ves la vida pasar, donde los recuerdos lo hacen llorar, vienen muy despacio y se van.
Solo una caricia me hubiera ayudado a olvidar que no eran mis labios los que ahora te hacen soñar.
Con el vestido azul que un día conociste, me marcho sin saber si me besaste antes de irte.
Te di mi corazón y tú lo regalaste.
Te di todo el amor que pude darte y me robaste.
He rasgado mi vestido con una copa de vino.
Hoy tu amor corta como el cristal.
Buena suerte en tu camino, yo ya tengo mi destino.
Con mi sangre escribo este final.
Terjemahan bahasa Indonesia
Hanya satu kata saja sudah bisa menghilangkan rasa sakitnya.
Ciuman pahit dari minuman keras itu sudah cukup, sayangku.
Bohong saja, ikuti aku jalan-jalan.
Merasa dicintai dalam pelukan itu, jiwaku.
Dengan gaun biru yang suatu hari kamu temui, aku pergi tanpa mengetahui apakah kamu menciumku sebelum kamu pergi.
Aku memberimu hatiku dan kamu memberikannya.
Aku memberimu semua cinta yang bisa kuberikan padamu dan kamu mencurinya dariku.
Aku telah merobek gaunku dengan segelas anggur.
Hari ini cintamu terpotong seperti kaca.
Di langit ada pantai di mana Anda melihat kehidupan berlalu, di mana kenangan membuat Anda menangis, kenangan itu datang dengan sangat lambat dan pergi.
Hanya belaian yang bisa membantuku melupakan bahwa bukan bibirku yang kini membuatmu bermimpi.
Dengan gaun biru yang suatu hari kamu temui, aku pergi tanpa mengetahui apakah kamu menciumku sebelum kamu pergi.
Aku memberimu hatiku dan kamu memberikannya.
Aku memberimu semua cinta yang bisa kuberikan padamu dan kamu mencurinya dariku.
Aku telah merobek gaunku dengan segelas anggur.
Hari ini cintamu terpotong seperti kaca.
Semoga beruntung di jalanmu, aku sudah memiliki takdirku.
Dengan darahku aku menulis akhir cerita ini.