Lagu lain dari Büşra Mazak
Deskripsi
Penulis Lirik Komposer : Yusuf Tomakin
Produser Studio: Yusuf Tomakin
Lirik dan terjemahan
Asli
Benim bir derdim var. Kaybolup gitti yıllar.
Aklımdan çıkmıyorsun, her yerde izlerin var.
Benim de kalbim var, o da senin, senin yar.
Kahreder yokluğun, gözümden akar yaşlar.
Benim bir derdim var, kaybolup gitti yıllar.
Aklımdan çıkmıyorsun, her yerde izlerin var.
Benim de kalbim var, o da senin, senin yar.
Kahreder yokluğun, gözümden akar yaşlar.
Yaraları sarmadın, sende anılarım, bende sancılarım var.
Delin olurum düşündükçe doyamam, benim sana ihtiyacım var.
Yaraları sarmadın, sende anılarım, bende sancılarım var.
Delin olurum düşündükçe kıyamam, benim sana ihtiyacım var.
Benim bir derdim var, kaybolup gitti yıllar.
Aklımdan çıkmıyorsun, her yerde izlerin var.
Benim de kalbim var, o da senin, senin yar.
Kahreder yokluğun, gözümden akar yaşlar.
Yaraları sarmadın, sende anılarım, bende sancılarım var.
Delin olurum düşündükçe doyamam, benim sana ihtiyacım var.
Yaraları sarmadın, sende anılarım, bende sancılarım var.
Delin olurum düşündükçe kıyamam, benim sana ihtiyacım var.
Terjemahan bahasa Indonesia
Saya punya masalah. Tahun-tahun menghilang.
Kamu tidak bisa lepas dari pikiranku, jejakmu ada dimana-mana.
Aku juga punya hati, itu milikmu, belahan jiwamu.
Ketidakhadiranmu sangat menghancurkan, air mata mengalir dari mataku.
Saya punya masalah, tahun-tahun telah berlalu.
Kamu tidak bisa lepas dari pikiranku, jejakmu ada dimana-mana.
Aku juga punya hati, itu milikmu, belahan jiwamu.
Ketidakhadiranmu sangat menghancurkan, air mata mengalir dari mataku.
Kamu tidak menyembuhkan lukanya, kamu memiliki ingatanku, aku memiliki rasa sakitku.
Aku menjadi gila, aku tidak merasa cukup ketika memikirkannya, aku membutuhkanmu.
Kamu tidak menyembuhkan lukanya, kamu memiliki ingatanku, aku memiliki rasa sakitku.
Aku akan menjadi gila hanya dengan memikirkannya, aku membutuhkanmu.
Saya punya masalah, tahun-tahun telah berlalu.
Kamu tidak bisa lepas dari pikiranku, jejakmu ada dimana-mana.
Aku juga punya hati, itu milikmu, belahan jiwamu.
Ketidakhadiranmu sangat menghancurkan, air mata mengalir dari mataku.
Kamu tidak menyembuhkan lukanya, kamu memiliki ingatanku, aku memiliki rasa sakitku.
Aku menjadi gila, aku tidak merasa cukup ketika memikirkannya, aku membutuhkanmu.
Kamu tidak menyembuhkan lukanya, kamu memiliki ingatanku, aku memiliki rasa sakitku.
Aku akan menjadi gila hanya dengan memikirkannya, aku membutuhkanmu.