Lagu lain dari Bedo
Deskripsi
Produser: BEDİRHAN DURMAZ
Produser: İSMAİL BİLİCİ
Lirik dan terjemahan
Asli
Özledin mi?
Bu gözlerinde kalbe kurşun var. Sıkma yarim, bi' sözümü dinle.
Oh, bi' duruşun var, ince belli ve bol dudakla. Bana mı aitsin?
Sessiz kaldım, nefessiz kaldım kalbe vuruşundan. Özledin mi?
Bu gözlerinde kalbe kurşun var. Sıkma yarim, bi' sözümü dinle.
Oh, bi' duruşun var, ince belli ve bol dudakla. Bana mı aitsin?
Sessiz kaldım, nefessiz kaldım -kalbe vuruşundan. -İki gözüm var, dördü seninle.
Beyaz teni kar, başım döndü beline. Gece gelip sar, oyna kızım benimle.
Kalbin bir mezar, gömde beni yeminle. Yeah! Kızım senle olur muyuz yeniden? Yeah!
Açma onu, eksi var arkizliden. Yeah! Takıldığım hatunların birinden.
Sarınca belinden anladım dilinden. Geçti artık kalbimdeki tikişler, ya! Sonu güzel yükselince inişler, ya!
Dikkatimi çekmiyor bu gidişler. Yolunda işler, hayırlı işler.
Özledin mi?
Bu gözlerinde kalbe kurşun var. Sıkma yarim, bi' sözümü dinle.
Oh, bi' duruşun var, ince belli ve bol dudakla. Bana mı aitsin?
Sessiz -kaldım, nefessiz kaldım kalbe vuruşundan.
-Ben severim, hatun ister paramı. Hem güzelsin hem de biraz yaralı.
Şekerçise çağırsana babanı, belki yapar bu kez benim kafamı. Yeah! Sıfır değil, gözlükler numaralı. Yeah!
Hatun etti kör, sanki goralı. Yeah! Yapmalıyım sana bir ev sobalı.
Kızım senin tenin benim yuvam olmalı. Açıldı kafam gece sonunda.
Bu gece de tekim, yerin solumda. Güzel uyu bebek, taşırım kalbimde. Sensiz hayatım sanki finalinde.
Özledin mi?
Bu gözlerinde kalbe kurşun var. Sıkma yarim, bi' sözümü dinle.
Oh, bi' duruşun var, ince belli ve bol dudakla. Bana mı aitsin?
Sessiz kaldım, nefessiz kaldım kalbe vuruşundan.
Terjemahan bahasa Indonesia
Apakah kamu melewatkannya?
Ada petunjuk ke hati di matamu itu. Jangan khawatir sayangku, dengarkan apa yang aku katakan.
Oh, kamu punya postur tubuh yang ramping, pinggang ramping, dan bibir besar. Apakah kamu milikku?
Aku tetap diam, terengah-engah karena detak jantungku. Apakah kamu melewatkannya?
Ada petunjuk ke hati di matamu itu. Jangan khawatir sayangku, dengarkan apa yang aku katakan.
Oh, kamu punya postur tubuh yang ramping, pinggang ramping, dan bibir besar. Apakah kamu milikku?
Saya tetap diam, terengah-engah - dari detak jantung hingga jantung. -Aku punya dua mata, empat di antaranya bersamamu.
Kulitnya yang putih seputih salju, kepalaku berputar-putar di pinggangnya. Datang dan peluk aku di malam hari dan bermainlah denganku, Nak.
Hatimu kuburan, kubur aku, aku bersumpah. Ya! Nak, bisakah kami bersamamu lagi? Ya!
Jangan dibuka, ada minusnya dari yang Arizona. Ya! Dari salah satu cewek yang biasa aku jalani.
Saat saya melingkarkannya di pinggangnya, saya mengerti bahasanya. Detak jantungku sudah hilang sekarang! Ketika akhir ceritanya indah, menurun, oh!
Kejadian-kejadian ini tidak menarik perhatian saya. Bekerja di jalan Anda, perbuatan baik.
Apakah kamu melewatkannya?
Ada petunjuk ke hati di matamu itu. Jangan khawatir sayangku, dengarkan apa yang aku katakan.
Oh, kamu punya postur tubuh yang ramping, pinggang ramping, dan bibir besar. Apakah kamu milikku?
Aku tetap diam, terengah-engah karena detak jantungku.
-Saya suka, wanita itu menginginkan uang saya. Kalian berdua cantik dan sedikit terluka.
Jika itu toko permen, teleponlah ayahmu, mungkin dia akan membuat keputusanku kali ini. Ya! Gelasnya bukan nol, melainkan diberi nomor. Ya!
Wanita itu buta, seolah-olah dia berasal dari Goral. Ya! Aku harus membangunkanmu rumah dengan kompor.
Gadis, kulitmu seharusnya menjadi rumahku. Pikiranku menjadi jernih di penghujung malam.
Aku sendirian malam ini, tempatnya di sebelah kiriku. Tidur nyenyak sayang, aku menggendongmu di hatiku. Sepertinya hidupku berada di akhir tanpamu.
Apakah kamu melewatkannya?
Ada petunjuk ke hati di matamu itu. Jangan khawatir sayangku, dengarkan apa yang aku katakan.
Oh, kamu punya postur tubuh yang ramping, pinggang ramping, dan bibir besar. Apakah kamu milikku?
Aku tetap diam, terengah-engah karena detak jantungku.