Lagu lain dari XELL!
Deskripsi
Penulis Lirik Komposer: Emre Kocatürk
Produser Eksekutif: Berat Sular
Lirik dan terjemahan
Asli
Yeniden gelseydim dünyaya, bir şekil arayıp yine seni bulacaktım.
Edilen dualarım, örülen duvarlarım sorun değil, senin olacaktım.
Yeniden gelseydim dünyaya, bir şekil arayıp yine seni bulacaktım.
Edilen dualarım, örülen duvarlarım sorun değil, senin olacaktım.
Mesele onu solu maksa, kime ne faydası var bir telefon uzaksak?
Benimle kaygılarım, büyüdü kayıplarım, kaderim peşimi bıraksa. . .
Yeniden gelseydim dünyaya, bir şekil arayıp yine seni bulacaktım.
Edilen dualarım, örülen duvarlarım sorun değil, senin olacaktım.
Mesele onu solu maksa, kime ne faydası var bir telefon uzaksak? Benimle kaygılarım, büyüdü kayıplarım, kaderim peşimi bıraksa. . .
Tavanların anlamı var, gözlerim dolar var. Bu bedende iki kişi, biri bipolar.
Kontrolü kaybettim çoktan, gece boyu savaştılar, iyileşmemi istemiyolar.
Yetenek miras değil bize babadan, böyle olalım istemiş bizi yaratan.
Şeker çocuk, hiçbir şeyim karşılıksız değil. Öyle yaşabilmenin bedeli kırık kafadan, yay!
İyi değilim, harbiden fena değilim ama derdim olmak değil, şöyle siktir etcem daha değil. Bunu geçtim, öbür dünya olsun istiyorum adil.
Benim duygularımı öldüren biri var, o da bir katil. Bu kalemler bir silahlar, bize tutmaz hiç hesaplar.
Buna dört duvarım şahit, beni bir gün duyacaklar.
Rezil büyür, bir gün vezir olacaklar. Gülmeyi beceremez, gülmeyen suratlar.
Yeniden gelseydim dünyaya, seni bulacaktım.
Mesele onu solu maksa, bir telefon uzaksak.
Yeniden gelseydim dünyaya, bir şekil arayıp yine seni bulacaktım.
Edilen dualarım, örülen duvarlarım sorun değil, senin olacaktım.
Mesele onu solu maksa, kime ne faydası var bir telefon uzaksak?
Benimle kaygılarım, büyüdü kayıplarım, kaderim peşimi bıraksa. . .
Yeniden gelseydim dünyaya, bir şekil arayıp yine seni bulacaktım.
Edilen dualarım, örülen duvarlarım sorun değil, senin olacaktım.
Mesele onu solu maksa, kime ne faydası var bir telefon uzaksak?
Benimle kaygılarım, büyüdü kayıplarım, kaderim peşimi bıraksa. . .
Terjemahan bahasa Indonesia
Jika aku dilahirkan kembali, aku akan mencari wujud dan menemukanmu lagi.
Doaku dan tembok yang kubangun tidak masalah, aku akan menjadi milikmu.
Jika aku dilahirkan kembali, aku akan mencari wujud dan menemukanmu lagi.
Doaku dan tembok yang kubangun tidak masalah, aku akan menjadi milikmu.
Kalau soal pernafasan, apa gunanya kalau kita hanya sebatas telepon?
Kekhawatiranku, kerugianku semakin bertambah bersamaku, kuharap nasibku mengikutiku. . .
Jika aku dilahirkan kembali, aku akan mencari wujud dan menemukanmu lagi.
Doaku dan tembok yang kubangun tidak masalah, aku akan menjadi milikmu.
Kalau soal pernafasan, apa gunanya kalau kita hanya sebatas telepon? Kekhawatiranku, kerugianku semakin bertambah bersamaku, kuharap nasibku mengikutiku. . .
Langit-langit mempunyai arti, mataku berkaca-kaca. Ada dua orang di tubuh ini, salah satunya adalah bipolar.
Saya sudah kehilangan kendali, mereka bertengkar sepanjang malam, mereka tidak ingin saya menjadi lebih baik.
Bakat tidak diwariskan dari ayah kita, pencipta kita ingin kita menjadi seperti ini.
Wah, tidak ada milikku yang gratis. Harga hidup seperti itu adalah patah kepala, hore!
Aku tidak baik, aku sebenarnya tidak buruk, tapi aku tidak mau, aku hanya akan mengacaukannya, belum. Aku sudah melupakan ini, aku ingin akhirat adil.
Ada seseorang yang membunuh perasaanku, dia adalah seorang pembunuh. Pena ini seperti senjata, tidak ada gunanya bagi kita.
Keempat dindingku menjadi saksi akan hal ini, suatu hari nanti mereka akan mendengarkanku.
Aibnya semakin besar, suatu saat mereka akan menjadi wazir. Tidak bisa tersenyum, wajah yang tidak tersenyum.
Jika aku dilahirkan kembali, aku akan menemukanmu.
Jika itu soal bernapas, kami hanya sejarak panggilan telepon.
Jika aku dilahirkan kembali, aku akan mencari wujud dan menemukanmu lagi.
Doaku dan tembok yang kubangun tidak masalah, aku akan menjadi milikmu.
Kalau soal pernafasan, apa gunanya kalau kita hanya sebatas telepon?
Kekhawatiranku, kerugianku semakin bertambah bersamaku, kuharap nasibku mengikutiku. . .
Jika aku dilahirkan kembali, aku akan mencari wujud dan menemukanmu lagi.
Doaku dan tembok yang kubangun tidak masalah, aku akan menjadi milikmu.
Kalau soal pernafasan, apa gunanya kalau kita hanya sebatas telepon?
Kekhawatiranku, kerugianku semakin bertambah bersamaku, kuharap nasibku mengikutiku. . .