Lagu lain dari Bruce Springsteen
Deskripsi
Nebraska '82: Edisi yang Diperluas
Harmonika, Gitar Akustik, Pemain Terkait, Vokal: Bruce Springsteen
Gitar Akustik: Larry Campbell
Penulis Lirik, Komposer: B. Springsteen
Insinyur Pencampur, Insinyur Rekaman: Rob Lebret
Insinyur Perekaman: Monty Carlo
Insinyur Master: Brian Lee
Insinyur Utama: Bob Jackson
Lirik dan terjemahan
Asli
Well, they closed down the auto plant Ma, Wally, Dad, and Ma.
Ralph went out looking for a job but he couldn't find none.
He came home drunk from mixing Tanqueray and wine.
Got a gun, shot a night clerk, now they call him Johnny Ninety-Nine.
Down in the part of town where when you hit a red light, you don't stop.
Johnny's waving his gun around threatening to blow his top.
When an off-duty cop snuck up on him from behind.
Out in front of the Club Tick Tock they slapped the cuffs on Johnny Ninety-Nine.
Well, the city supplied a public defender but the judge was Mean John
Brown.
He came into the courtroom and stared poor Johnny down.
Well, the evidence is clear, gonna let the sentencing fit the crime.
Prison for ninety-eight and a year and we'll call it even, Johnny Ninety-Nine.
Woo!
Well, a fist fight broke out in the courtroom. They had to drag Johnny's girl away.
His mama stood up and shouted, "Judge, don't take my boy this way.
" "Well, son, you got any statement you'd like to make before the bailiff comes to forever take you away?
" "Well, now, Judge, Judge, I have debts no honest man could pay.
The bank was holding my mortgage, they would come and take my house away.
Well now, I ain't saying that makes me an innocent man.
But it was more than all this, Judge, that put that gun in my hand.
Well, Your Honor, I believe that I'd be better off dead.
So if you can take a man's life for the thoughts that's in his head, then sit back in that chair and think it over, Judge, one more time.
Let 'em shave off my hair and put me on that execution line. Woo! "
Terjemahan bahasa Indonesia
Ya, mereka menutup pabrik mobil Ma, Wally, Dad, dan Ma.
Ralph pergi mencari pekerjaan tetapi dia tidak dapat menemukannya.
Dia pulang dalam keadaan mabuk karena mencampurkan Tanqueray dan anggur.
Punya pistol, menembak petugas malam, sekarang mereka memanggilnya Johnny Ninety-Nine.
Di bagian kota di mana ketika Anda menerobos lampu merah, Anda tidak berhenti.
Johnny mengacungkan senjatanya dan mengancam akan meledakkan atasannya.
Ketika seorang polisi yang sedang tidak bertugas menyelinap ke arahnya dari belakang.
Di depan Club Tick Tock mereka memborgol Johnny Ninety-Nine.
Ya, kota menyediakan pembela umum tapi hakimnya adalah Mean John
coklat.
Dia masuk ke ruang sidang dan menatap Johnny yang malang.
Buktinya jelas, biarkan hukumannya sesuai dengan kejahatannya.
Penjara selama sembilan puluh delapan satu tahun dan kita sebut saja, Johnny Ninety-Nine.
Merayu!
Nah, terjadi baku hantam di ruang sidang. Mereka harus menyeret gadis Johnny pergi.
Ibunya berdiri dan berteriak, "Hakim, jangan bawa anakku seperti ini.
" "Nah, Nak, kamu punya pernyataan apa yang ingin kamu sampaikan sebelum juru sita datang untuk membawamu pergi selamanya?
" "Nah, Hakim, Hakim, saya mempunyai hutang yang tidak dapat dibayar oleh orang jujur.
Bank menahan hipotek saya, mereka akan datang dan mengambil rumah saya.
Nah sekarang, saya tidak mengatakan itu membuat saya menjadi orang yang tidak bersalah.
Tapi lebih dari itu semua, Pak Hakim, yang menaruh pistol itu di tangan saya.
Baiklah, Yang Mulia, saya yakin lebih baik saya mati saja.
Jadi jika Anda dapat mengambil nyawa seseorang untuk pemikiran yang ada di kepalanya, maka duduklah kembali di kursi itu dan pikirkan lagi, Hakim, sekali lagi.
Biarkan mereka mencukur rambutku dan menempatkanku di garis eksekusi. Woo! "