Lagu lain dari pszona
Lagu lain dari FANKA
Deskripsi
Pemain Terkait: pszona, FANKA
Pemain Terkait: pszona
Pemain Terkait: FANKA
Komposer, Produser : Jakub Laszuk
Komposer, Penulis Lirik: Wiktor Pszona
Komposer, Penulis Lirik: Anna Wójcik-Gołębiowska
Lirik dan terjemahan
Asli
Za oknem deszcz. Mijam Cię gdzieś. Już nie poznaję, że to Ty.
A może to ktoś z innej planety udaje Ciebie dla mnie dziś.
To ciągle ja, ten sam, już nie aż taki zły. Co zrobić mam?
Proszę, powiedz mi.
Bo nieważne, ile wypłaczemy łez, to zawsze jeszcze kilka jest.
Ile razy to miał być ostatni raz?
To o Tobie przecież jest tu każdy wers, bo dawno wiem już, czego chcę.
Jest za późno, żeby znów się czegoś bać.
Pamiętaj.
A, ej i nie wiem, ile razy już mówiłem Ci to.
A Ty dalej głupio pytasz, jakbyśmy poznali wczoraj się. A i tak będę to powtarzał wciąż.
Bo to w sumie mała cena za to, czym to wszystko dla mnie jest.
To ciągle ja i między nami nadal wszystko jest okej.
Choć znów nie mogę spać, bo ciągle szukasz odpowiedzi na.
A mi czasami chyba serio braknie słów, chociaż powinienem umieć ubierać w nie wszystkie moje głupie myśli, które znów lecą wszędzie, ale tylko nie tam, gdzie chcę. Bo nieważne, ile wypłaczemy łez, to zawsze jeszcze kilka jest.
Ile razy to miał być ostatni raz?
To o Tobie przecież jest tu każdy wers, bo dawno wiem już, czego chcę.
Jest za późno, żeby znów się czegoś bać.
Pamiętaj.
Terjemahan bahasa Indonesia
Di luar sedang hujan. Aku melewatimu di suatu tempat. Aku tidak mengenali itu kamu lagi.
Atau mungkin seseorang dari planet lain yang berpura-pura menjadi kamu untukku hari ini.
Ini masih aku, sama, tidak terlalu buruk lagi. Apa yang harus saya lakukan?
Tolong beritahu saya.
Karena tidak peduli berapa banyak air mata yang kita tangisi, selalu ada air mata lagi.
Berapa kali ini menjadi yang terakhir kalinya?
Setiap ayat di sini tentangmu, karena aku sudah tahu apa yang kuinginkan sejak lama.
Sudah terlambat untuk takut pada apa pun lagi.
Ingat.
Oh, hei, aku tidak tahu sudah berapa kali aku memberitahumu hal ini.
Dan kamu terus menanyakan pertanyaan bodoh seolah-olah kita baru bertemu kemarin. Dan saya akan tetap mengatakannya berulang kali.
Karena itu adalah harga kecil yang harus dibayar untuk arti semua ini bagiku.
Itu tetap aku dan semuanya masih baik-baik saja di antara kita.
Meski aku tak bisa tidur lagi karena kamu masih mencari jawaban.
Dan terkadang aku merasa benar-benar kehilangan kata-kata, padahal seharusnya aku bisa menuangkan semua pikiran bodohku ke dalamnya, yang terbang ke mana-mana tapi ke tempat yang aku inginkan. Karena tidak peduli berapa banyak air mata yang kita tangisi, selalu ada air mata lagi.
Berapa kali ini menjadi yang terakhir kalinya?
Setiap ayat di sini tentangmu, karena aku sudah tahu apa yang kuinginkan sejak lama.
Sudah terlambat untuk takut pada apa pun lagi.
Ingat.