Lagu lain dari Santa Fe Klan
Deskripsi
Produser: Julian Villarreal
Produser: Angel J. Quezada
Insinyur Mastering, Insinyur Pencampur: Alfonso Valdez
Mastering Engineer, Mixing Engineer, Recording Engineer, Sub Arranger: Julian Villareal
Asisten Insinyur, Asisten Produksi: Ana Victoria
Asisten Insinyur, Asisten Produksi: Vladimir Soto
Lirik dan terjemahan
Asli
Estoy sintiendo que me vuelvo loco desde que te fuiste y me quedé solo.
Si tú supieras que lloran mis ojos, desde aquel día tengo el corazón roto.
Mi tristeza ya pasará y vendrá un nuevo día.
Será que todo cambiará y se irá mi alegría.
Di que no será solo una noche, que no existirán reproches ya después de que te toque.
Cómo quisiera que me perdones, ni con regalos ni flores me duele verte que llores.
Mi tristeza ya pasará y vendrá un nuevo día.
Será que todo cambiará y se irá mi alegría.
Dime cuándo vuelves, que yo te esperaré.
Dime que me quieres, sino me moriré.
Ahora de ti extraño todo, tus besos, tu piel.
Perdón, pero yo fui un tonto cuando tuve tu querer.
Di que no será solo una noche, que no existirán reproches ya después de que te toque.
Cómo quisiera que me perdones, ni con regalos ni flores me duele verte que llores.
Terjemahan bahasa Indonesia
Aku merasa seperti menjadi gila sejak kamu pergi dan aku sendirian.
Jika kamu tahu mataku menangis, sejak hari itu aku patah hati.
Kesedihanku akan berlalu dan hari baru akan datang.
Segalanya akan berubah dan kegembiraanku akan hilang.
Katakan bahwa ini bukan hanya satu malam saja, tidak akan ada celaan lagi setelah giliranmu tiba.
Betapa aku ingin kamu memaafkanku, bahkan dengan hadiah atau bunga pun aku tidak terluka melihatmu menangis.
Kesedihanku akan berlalu dan hari baru akan datang.
Segalanya akan berubah dan kegembiraanku akan hilang.
Katakan padaku ketika kamu kembali, aku akan menunggumu.
Katakan padaku kamu mencintaiku, kalau tidak aku akan mati.
Sekarang aku rindu segalanya tentangmu, ciumanmu, kulitmu.
Maaf, tapi aku bodoh saat aku mendapatkan cintamu.
Katakan bahwa ini bukan hanya satu malam saja, tidak akan ada celaan lagi setelah giliranmu tiba.
Betapa aku ingin kamu memaafkanku, bahkan dengan hadiah atau bunga pun aku tidak terluka melihatmu menangis.