Lagu lain dari Przemek Kucyk
Deskripsi
Pasir di bawah kaki terasa panas, udara terasa pekat karena fatamorgana, dan di suatu tempat di belakang terdengar suara sarkastis dari paduan suara sphinx. Kata-kata terucap seperti batu piramida: sombong, berat, dan dengan kilauan emas yang lembut di permukaannya. Di sini ada ejekan terhadap kemiskinan, kekuasaan yang memproklamirkan diri, dan ancaman yang terang-terangan lucu - seolah-olah mantra kuno berubah menjadi pertarungan rap.
Dalam cerita ini, Firaun bukanlah patung di museum, melainkan tokoh hidup dengan selera humor dan delusi keagungan. Dia dengan mudah melontarkan kutukan dan gelar, dengan murah hati membagikan emas dan melemparkan lumpur pada saat yang sama. Hasilnya adalah perpaduan yang cerah antara epik dan balagan, di mana “Cleopatra di Psikiater” terdengar sama organiknya dengan himne kuno. Semua ini lebih mirip pesta topeng dengan iringan drum daripada pelajaran sejarah - dan di sinilah letak pesonanya.
Musik: Maciej Puchalski
Lirik: Przemek Kuchik
Pencampuran dan mastering: Jorgen
Lirik dan terjemahan
— Jika bahasa yang dipilih tidak tersedia untuk video, YouTube akan mengaktifkan trek subtitle yang tersedia atau subtitle otomatis (jika ada). Pilihan juga bisa bergantung pada pengaturan pengguna.
— Jika muncul pesan “Video tidak tersedia”, menonton video dengan lirik hanya bisa dilakukan dengan membukanya langsung di YouTube.