Lagu lain dari Francesca Michielin
Deskripsi
Francesca Micielin menyanyikan LA VOCE CHE CREDEVO DI AVER PERSO
Lirik dan terjemahan
Asli
Ora so nuotare
Prendo aria per restare a galla, a galla
Come ad una festa
Baci che finiscono all'alba, all'alba
Sono sempre stata io, come adesso
Edera tra i capelli, un filo d'erba nascosto qui
Basterò, basterà
Forse siamo di passaggio
Ma ci sono cose che non vanno mai via, mhm
La mia voce squarcia il cielo
E se è vero che non ci sentiamo abbastanza
Leggera come una cura o un rimedio
La mia voce scalda le notti più fredde
Ricordi che hai scritto indelebili su foglie di carta
Io me ne volevo andare
Perdermi come un soffione nel vento (nel vento)
In una stanza di quarzi
Dove il mio sogno restasse sveglio
Adesso sono di nuovo qui, come un tempo
È tornata la voce che credevo di aver perso
Mi basterà, basterà
Amare ad ogni costo, un po' come rinascere
La mia voce squarcia il cielo
E se è vero che non ci sentiamo abbastanza
Leggera come una cura o un rimedio
La mia voce scalda le notti più fredde
Ricordi che hai scritto indelebili su foglie di carta
Dimmi cosa resta (Dimmi cosa resta)
(Dimmi cosa resta) dei baci all'alba
Che si infrangono come (Onde sulla spiaggia)
Onde sulla spiaggia (Onde sulla spiaggia)
Quando mi serve un rimedio, un antidoto
La mia voce scalda le notti più fredde
Ricordi che ho scritto indelebili su foglie di carta
Come dopo ogni festa
Baci che finiscono all'alba, all'alba
Terjemahan bahasa Indonesia
Sekarang saya tahu cara berenang
Aku menghirup udara agar tetap bertahan, bertahan
Seperti di sebuah pesta
Ciuman yang berakhir saat fajar, saat fajar
Itu selalu aku, seperti sekarang
Ivy di rambutku, sehelai rumput tersembunyi di sini
Saya akan cukup, itu sudah cukup
Mungkin kita sedang melewatinya
Tapi ada hal yang tidak pernah hilang, mhm
Suaraku menembus langit
Dan jika benar kita merasa belum cukup
Ringan sebagai obat atau pengobatan
Suaraku menghangatkan malam terdingin
Anda ingat bahwa Anda menulis tak terhapuskan di selembar kertas
Saya ingin pergi
Tersesat seperti dandelion ditiup angin (ditiup angin)
Di ruang kuarsa
Dimana mimpiku tetap terjaga
Sekarang aku di sini lagi, seperti dulu
Suara yang kukira hilang telah kembali
Itu sudah cukup bagiku, itu sudah cukup
Mencintai dengan cara apa pun, seperti terlahir kembali
Suaraku menembus langit
Dan jika benar kita merasa belum cukup
Ringan sebagai obat atau pengobatan
Suaraku menghangatkan malam terdingin
Anda ingat bahwa Anda menulis tak terhapuskan di selembar kertas
Katakan padaku apa yang tersisa (Katakan padaku apa yang tersisa)
(Katakan padaku apa yang tersisa) ciuman di waktu fajar
Menerjang seperti (Ombak di pantai)
Ombak di pantai (Ombak di pantai)
Ketika saya membutuhkan obat, penawarnya
Suaraku menghangatkan malam terdingin
Kenangan yang kutulis tak terhapuskan di selembar kertas
Seperti setelah setiap pesta
Ciuman yang berakhir saat fajar, saat fajar