Lagu lain dari Masters
Deskripsi
Komposer: Arek Kopaczewski
Komposer: Paweł Jasionowski
Penulis Lirik: Roman Springer
Lirik dan terjemahan
Asli
Ona patrzy na niego tak, jakby świat przestał istnieć w tle.
W jej oczach poranek gra, a wieczór przynosi spokój we mgle.
Jej kroki jak lekki sen niosą ją jak melodię w dal.
Każdy ruch to cichy tren, który w sercu od lat zna swój bal.
Tak kocha się tylko raz. Sercem, co bije w nas.
Cicho, a jednak wciąż jak płomień w środku rąk.
Tak kocha się tylko raz. W blasku i w cieniu gwiazd.
On jest jej światem dziś i nie chce nigdy iść.
Dotyk słów w powietrzu drży jak muzyka w letni, ciepły dzień.
On jest tam, gdzie ona śni i wciąż maluje w niej nowy cień.
Nie liczy się wczoraj nie, bo dziś jest jak wieczność bez końca.
Każdy oddech prowadzi ją prosto do jego słońca.
Tak kocha się tylko raz. Sercem, co bije w nas.
Cicho, a jednak wciąż jak płomień w środku rąk.
Tak kocha się tylko raz. W blasku i w cieniu gwiazd.
On jest jej światem dziś i nie chce nigdy iść.
A jeśli los ich rozdzieli gdzieś, to ona i tak odnajdzie go.
Bo takie uczucie, co w sercu jest, to cud, co pisze czasem samo życie w nas.
Tak kocha się tylko raz. Sercem, co bije w nas.
Cicho, a jednak wciąż jak płomień w środku rąk.
Tak kocha się tylko raz. W blasku i w cieniu gwiazd.
On jest jej światem dziś i nie chce nigdy iść.
Terjemahan bahasa Indonesia
Dia memandangnya seolah-olah dunia tidak ada lagi di latar belakang.
Di matanya, pagi hari bermain, dan malam membawa kedamaian dalam kabut.
Langkahnya, seperti mimpi ringan, membawanya seperti melodi ke kejauhan.
Setiap gerakan adalah kereta diam yang telah mengetahui bolanya di hati selama bertahun-tahun.
Kamu hanya mencintai sekali. Jantung yang berdetak dalam diri kita.
Diam-diam, namun tetap seperti nyala api di tengah-tengah tanganmu.
Kamu hanya mencintai sekali. Dalam cahaya dan bayangan bintang-bintang.
Dia adalah dunianya saat ini dan dia tidak pernah ingin pergi.
Sentuhan kata-kata di udara bergetar seperti musik di hari musim panas yang hangat.
Dia adalah tempat dia bermimpi dan terus-menerus melukiskan bayangan baru dalam dirinya.
Kemarin tidak jadi masalah, karena hari ini ibarat keabadian tanpa akhir.
Setiap napas membawanya langsung ke mataharinya.
Kamu hanya mencintai sekali. Jantung yang berdetak dalam diri kita.
Diam-diam, namun tetap seperti nyala api di tengah-tengah tanganmu.
Kamu hanya mencintai sekali. Dalam cahaya dan bayangan bintang-bintang.
Dia adalah dunianya saat ini dan dia tidak pernah ingin pergi.
Dan jika takdir memisahkan mereka di suatu tempat, dia akan tetap menemukannya.
Karena perasaan di hati seperti itu adalah keajaiban yang terkadang ditulis oleh kehidupan itu sendiri di dalam diri kita.
Kamu hanya mencintai sekali. Jantung yang berdetak dalam diri kita.
Diam-diam, namun tetap seperti nyala api di tengah-tengah tanganmu.
Kamu hanya mencintai sekali. Dalam cahaya dan bayangan bintang-bintang.
Dia adalah dunianya saat ini dan dia tidak pernah ingin pergi.