Lagu lain dari Mon Laferte
Deskripsi
Pelaku Terkait, Produser: Mon Laferte
Drum: Rodrigo Ortega
Bass Ganda: Aaron Cruz
Klarinet: Diego Franco
Terompet: Alfredo Pino
Trombon: Yudith Rojas
Piano: Emmanuel Cisneros
Biola: Carlos Roberto Gandara García
Biola: Leonelys Dayana Sánchez Camacho
Biola: Israel Torres Araiza
Biola: José Nabani Aguilar Vázquez
Biola: Florangel Karina De la Divina Cuicas Mujica
Biola: Jesús Arroyo Moreno
Biola: Wilfredo José Pérez Gaydos
Biola: David Jesus Viña Aguilera
Cello: Rodrigo Duarte
Cello: Karla Lugo
Cello: Xiunel Valdivia
Penulis Lirik, Komposer: Norma Monserrat Bustamante Laferte
Insinyur Rekaman, Penata Pertunjukan, Produser: Manú Jalil
Insinyur Pencampur, Insinyur Mastering, Insinyur Perekaman: Nacho Sotelo
Insinyur Perekaman: Jorge Valdés
Insinyur Perekaman: Lu Garibay
Insinyur Perekaman: Isaí Araujo
Insinyur Perekaman: Daniel Bitrán
Insinyur Perekaman: Israel Rodriguez-Martinez
Asisten Insinyur Pencampur: Daniel Castle
Direktur A&R: Gonzalo Herrerias
Koordinator A&R: Elida Ibarra
Direktur A&R: Txema Rosique
Lirik dan terjemahan
Asli
La femme fatale dice un titular con bastante liviandad.
Como si me conocieran si soy negro en primavera.
Welcome, el show debe continuar.
Me visto de tristeza en rojo satín.
Con multitud de soledad.
Cuánto mima la tarima, complaciente como siempre, soñando con algo de sobriedad.
Llevo el caos de promesa con mis labios.
Un poema en letal revolución.
No tengo nada que perder, que arda el mundo.
Yo quería que me amaran, nada más.
Lo vuelvo a hacer, lo quemo todo.
Soy experta en el arte de sabotear.
Tantos años intentando descifrar quién soy.
Tal vez soy esa femme fatale.
Llevo el caos de promesa con mis labios.
Un poema en letal revolución.
No tengo nada que perder, que arda el mundo.
Yo quería que me amaran, nada más.
Y para explicarte mi corazón, soy ataques de ansiedad.
En mi voz tengo un reino de tormenta en primavera.
Por favor, una gran ovación for the femme fatale.
Terjemahan bahasa Indonesia
Kata femme fatale dalam judulnya agak ringan.
Seolah-olah mereka mengenalku jika aku berkulit hitam di musim semi.
Selamat datang, pertunjukan harus dilanjutkan.
Sayangnya aku berpakaian satin merah.
Dengan banyak kesepian.
Betapa dia memanjakan panggung, mengakomodasi seperti biasa, memimpikan ketenangan.
Aku membawa kekacauan janji dengan bibirku.
Sebuah puisi dalam revolusi yang mematikan.
Saya tidak akan rugi apa-apa, biarkan dunia terbakar.
Aku ingin mereka mencintaiku, tidak lebih.
Aku melakukannya lagi, aku membakar semuanya.
Saya ahli dalam seni sabotase.
Bertahun-tahun mencoba mencari tahu siapa saya.
Mungkin akulah femme fatale itu.
Aku membawa kekacauan janji dengan bibirku.
Sebuah puisi dalam revolusi yang mematikan.
Saya tidak akan rugi apa-apa, biarkan dunia terbakar.
Aku ingin mereka mencintaiku, tidak lebih.
Dan untuk menjelaskan isi hatiku kepadamu, aku sedang mengalami serangan kecemasan.
Dalam suaraku, aku memiliki kerajaan badai di musim semi.
Tolong, tepuk tangan meriah untuk femme fatale.