Lagu lain dari Angie
Lirik dan terjemahan
Asli
Ho paura di dimenticare la, la tua voce un giorno.
Mhm.
Perché fa così paura accettare che, che era un biglietto d'andata senza ritorno.
E se ci fosse un modo per parlare con Dio, gli chiederei di farti prendere il posto mio, anche solo per un giorno, per vederti come ti vedevo io.
Parlami piano, solo una volta in più.
Spezzami il fiato, che quando la luna non ha una risposta stringo una coperta che non sa di te.
Per tornare indietro, fino a dove c'eri tu, anche solo per un giorno, per non scrivere più lettere al paradiso.
Davvero ti aspetto ma non posso farne a meno.
Con il cuore vuoto e lo sguardo al cielo, so che non arriverai mai.
E se ci fosse un modo per parlare con Dio, solo un secondo per poterti dire ancora addio, poi vedere che stai meglio, abbracciarti come ti abbracciavo io.
Parlami piano, solo una volta in più.
Spezzami il fiato, che quando la luna non ha una risposta stringo una coperta che non sa di te.
Per tornare indietro, fino a dove c'eri tu, anche solo per un giorno, per non scrivere più lettere al paradiso.
Davvero ti aspetto ma non posso farne a meno.
Con il cuore vuoto e lo sguardo al cielo, io ti scriverò una lettera al paradiso.
Ho paura di dimenticare la, la tua voce un giorno.
Terjemahan bahasa Indonesia
Aku khawatir aku akan melupakan suaramu suatu hari nanti.
Mhm.
Karena sangat menakutkan untuk menerimanya, bahwa itu adalah tiket sekali jalan tanpa pulang pergi.
Dan jika ada cara untuk berbicara dengan Tuhan, saya akan meminta Dia untuk mengizinkan Anda menggantikan saya, meskipun hanya sehari, untuk melihat Anda seperti saya melihat Anda.
Bicaralah padaku perlahan, sekali lagi.
Tarik nafasku, karena saat bulan tak punya jawaban aku menggenggam selimut yang tak mengenalmu.
Untuk kembali ke tempat Anda berada, meski hanya sehari, untuk tidak lagi menulis surat ke surga.
Aku benar-benar menunggumu tapi aku tidak bisa menahannya.
Dengan hati yang kosong dan memandang ke langit, aku tahu kamu tidak akan pernah sampai.
Bagaimana jika ada cara untuk berbicara dengan Tuhan, sebentar saja untuk mengucapkan selamat tinggal lagi, lalu lihatlah bahwa kamu sudah lebih baik, peluklah kamu seperti aku memelukmu.
Bicaralah padaku perlahan, sekali lagi.
Tarik nafasku, karena saat bulan tak punya jawaban aku menggenggam selimut yang tak mengenalmu.
Untuk kembali ke tempat Anda berada, meski hanya sehari, untuk tidak lagi menulis surat ke surga.
Aku benar-benar menunggumu tapi aku tidak bisa menahannya.
Dengan hati kosong dan memandang ke langit, aku akan menulis surat untukmu ke surga.
Aku khawatir aku akan melupakan suaramu suatu hari nanti.