Lagu lain dari Ahmet Hatipoğlu
Deskripsi
Mastering Engineer, Recordingarranger, Produser, Mixing Engineer: Bahri Onur Erol
Vokalis, Komposer Penulis Lirik: Ahmet Hatipoğlu
Lirik dan terjemahan
Asli
Geri ver aldığın beni bana geri ver.
Seni her gördüğümdeki beni geri ver. Kelimeler kifayetsiz.
Yeniden, seneler geçmeden daha geri gel.
Yokluğun acısı her sabahımla vurur göğüse, geçmez ağla ağla.
Bir çiçektim soldum bağrımda anla beni anla. Korktuğum başıma geldi bir anda.
Dönmedi dilimde ağla ağla. Sözlerim dizili hep boğazımda anla beni anla.
Boğulmuşum dertlerin içinde ama yok ki bir çare.
Silinmez bir duygu bu. Sen teslim ol üzülme.
Dolmaz ki bilirim boşluğun içimde.
Öyle bir yerdesin kalbimin en güzel yerinde.
Yokluğun acısı her sabahımla vurur göğüse, geçmez ağla ağla.
Bir çiçektim soldum bağrımda anla beni anla. Korktuğum başıma geldi bir anda.
Dönmedi dilimde ağla ağla. Sözlerim dizili hep boğazımda anla beni anla.
Yokluğun acısı her sabahımla vurur göğüse, geçmez ağla ağla.
Bir çiçektim soldum bağrımda anla beni anla. Korktuğum başıma geldi bir anda.
Dönmedi dilimde ağla ağla.
Sözlerim dizili hep boğazımda anla beni anla.
Terjemahan bahasa Indonesia
Kembalikan aku, kembalikan apa yang kamu ambil.
Kembalikan aku setiap kali aku melihatmu. Kata-kata saja tidak cukup.
Kembalilah lagi, sebelum bertahun-tahun berlalu.
Sakitnya ketidakhadiran menerpa dadaku setiap pagi, tak kunjung reda, menangis dan menangis.
Aku adalah sekuntum bunga, aku layu di hatiku, pahamilah aku, pahamilah aku. Apa yang saya takutkan tiba-tiba terjadi pada saya.
Dia tidak kembali dari lidahku, menangis dan menangis. Kata-kataku selalu tersangkut di tenggorokanku, pahamilah aku, pahamilah aku.
Saya tenggelam dalam masalah, tetapi tidak ada solusi.
Ini adalah perasaan yang tak terhapuskan. Kamu menyerah, jangan bersedih.
Saya tahu bahwa kekosongan dalam diri saya tidak dapat diisi.
Kamu berada di tempat seperti itu, di tempat terindah di hatiku.
Sakitnya ketidakhadiran menerpa dadaku setiap pagi, tak kunjung reda, menangis dan menangis.
Aku adalah sekuntum bunga, aku layu di hatiku, pahamilah aku, pahamilah aku. Apa yang saya takutkan tiba-tiba terjadi pada saya.
Dia tidak kembali dari lidahku, menangis dan menangis. Kata-kataku selalu tersangkut di tenggorokanku, pahamilah aku, pahamilah aku.
Sakitnya ketidakhadiran menerpa dadaku setiap pagi, tak kunjung reda, menangis dan menangis.
Aku adalah sekuntum bunga, aku layu di hatiku, pahamilah aku, pahamilah aku. Apa yang saya takutkan tiba-tiba terjadi pada saya.
Dia tidak kembali dari lidahku, menangis dan menangis.
Kata-kataku selalu tersangkut di tenggorokanku, pahamilah aku, pahamilah aku.