Lagu lain dari Yorushika
Deskripsi
Lagu ini beraroma aspal hangat setelah hujan Juli, bunga linden, dan malam-malam ketika lampu-lampu belum menyala, tetapi bayangan sudah memanjang dua kali lipat dari tinggi badan. Tidak ada drama besar di sini - hanya kerinduan yang lembut akan waktu ketika Anda bisa berjinjit untuk terlihat lebih tua, dan dengan sungguh-sungguh percaya bahwa musim panas akan berlangsung selamanya.
Setiap barisnya memancarkan kenangan tentang permainan anak-anak dan kejar-kejaran, tentang saku-saku tempat malam bersembunyi, dan tentang foto-foto yang tidak pernah bisa menahan masa kini. Menjadi dewasa di sini berarti belajar untuk melepaskan, tetapi tetap mempertahankan aroma, warna, dan suara nyaring jangkrik yang hidup di setiap saat. Musim panas berlalu, tetapi tetap ada di kepala selamanya - sedikit berkarat, sedikit menyakitkan, dan karena itu semakin berharga.
Lirik dan terjemahan
Asli
夜に浮かんでいた
海月のような月が爆ぜた
バス停の背を覗けば
あの夏の君が頭にいる
だけ
鳥居 乾いた雲 夏の匂いが頬を撫でる
大人になるまでほら、背伸びしたままで
遊び疲れたらバス停裏で空でも見よう
じきに夏が暮れても
きっときっと覚えてるから
追いつけないまま大人になって
君のポケットに夜が咲く
口に出せないなら僕は1人だ
それでいいからもう諦めてる
だけ
夏日 乾いた雲 山桜桃海 錆びた標識
記憶の中はいつも夏の匂いがする
写真なんて紙切れだ
思い出なんてただの塵だ
それがわからないから、口を噤んだまま
絶えず君のいこふ 記憶に夏野の石一つ
俯いたまま大人になって
追いつけない ただ君に晴れ
口に出せないまま坂を上った
僕らの影に夜が咲いていく
俯いたまま大人になった
君が思うまま手を叩け
陽の落ちる坂道を上って
僕らの影は
追いつけないまま大人になって
君のポケットに夜が咲く
口に出せなくても僕ら一つだ
それでいいだろう、もう
君の思い出を噛み締めてる
だけ
Terjemahan bahasa Indonesia
mengambang di malam hari
Bulan seperti bulan laut meledak
Jika Anda melihat ke belakang halte bus
Musim panas itu kamu ada di kepalaku
saja
Torii, awan kering, aroma musim panas membelai pipiku
Sampai kamu dewasa, tetaplah tinggi.
Jika bosan bermain, lihat saja langit di belakang halte.
Meski musim panas akan segera berakhir
Saya yakin Anda akan mengingatnya
Saya tumbuh tanpa bisa mengejar ketinggalan
Malam mekar di saku Anda
Jika saya tidak bisa mengatakannya dengan lantang, saya sendirian.
Tidak apa-apa, aku sudah menyerah
saja
Hari musim panas, awan kering, bunga sakura liar, tanda berkarat
Baunya selalu seperti musim panas dalam ingatanku
Foto hanyalah selembar kertas
Kenangan hanyalah debu
Saya tidak mengerti itu, jadi saya tutup mulut
Cintamu yang tiada henti, satu batu Natsuno dalam ingatanku
Menjadi dewasa sambil melihat ke bawah
Aku tidak bisa menyusul, cuacanya cerah bagimu
Saya mendaki bukit tanpa bisa berkata apa-apa
Malam mekar dalam bayang-bayang kita
Saya menjadi dewasa dengan kepala tertunduk.
Tepuk tanganmu sesukamu
Mendaki lereng tempat matahari terbenam
bayangan kita adalah
Saya tumbuh tanpa bisa mengejar ketinggalan
Malam mekar di saku Anda
Meskipun kita tidak bisa mengatakannya dengan lantang, kita adalah satu
Tidak apa-apa, sekarang
Aku menyimpan kenanganmu
saja