Lagu lain dari Juicy Luicy
Deskripsi
Terkadang rasa sakit begitu sunyi, hingga Anda bahkan meminta angin bertiup lebih kencang - hanya untuk menyembunyikan mata Anda. Semuanya tampak seperti biasa: hari berlalu, jalanan berbau sesuatu yang familiar, lagu-lagu terdengar dari kejauhan. Hanya saja, di dalam hati, rasa “bagaimana jika” itu tidak kunjung mereda. Dan setiap langkah, setiap hal kecil seolah-olah sengaja mengingatkan bagaimana semuanya hancur - tidak dengan keras, tidak dramatis, hanya menjadi kosong.
Dan sepertinya akal sehatmu mengerti bahwa sudah cukup - menangis, tidak menangis, tidak ada yang akan berubah. Tetapi hatimu keras kepala seperti kucing yang tetap menunggu di depan pintu. Bahkan ketika kamu malu dengan penantian itu. Bahkan ketika kamu bersumpah bahwa tidak akan pernah lagi. Tetap saja ingin, agar suatu hari nanti, orang yang pergi itu tiba-tiba teringat. Setidaknya untuk sesaat.
Dinyanyikan oleh Juicy Luicy
Produser eksekutif Arnold Limasnax untuk E-Motion Entertainment
A&R Ikbal Siregar
Penulis lagu: Denis Ligia, Ikbal Siregar, dan Faisal M. Fasya
Produser musik: Faisal M. Fasya
Produser vokal: Kamga Mo
Alat musik gesek: Alvin Vitarsa
Gitar: Topan Abimanyu
Drum: Eggy Ramanda
Piano dan pemrograman: Faisal M. Fasya
Biola dan alto: Alvin Vitarsa
Cello: Jonathan William
Trompet dan flugelhorn: Bururi Effendi
Pencampuran dan mastering: Dimas Pradipta di studio Sum It!, Jakarta, Indonesia
Asisten pencampuran: Carlo Yogi
Editor: Juan Miha
Vokal, perkusi, dan bass direkam di studio Sum It! Studio Kevin Quincy
Gitar, alat musik tiup, dan alat musik tiup kayu direkam di studio DB Digital Recording (Avoy)
Alat musik gesek direkam di studio AWesome (Pandunara)
Lirik dan terjemahan
Asli
Angin tolonglah bertiup lebih kencang
Karena ku tak ingin mata merahku
Dilihat banyak orang
Siang bisa kan jalan sedikit pelan?
Ku lagi tak ingin rindu datang
Dan mimpi kau nanti malam
Lagu, wangi, dan jalan
Putar balik kenangan
Padahal tau kau takkan
Ingat di waktu itu
Saat ku berantakan
Sebab kau tinggalkanku
Kau tak tau
Dalam hatiku terus rindu
Kau tak tau
Sejahat-jahatnya ku tetap selalu (selalu)
Elu-elukanmu
Ada yang kurang
Tanpamu ku tak tenang (tak tenang)
Apa kau tak ingin aku datang
Menjemputmu nanti malam
Kenangan menyakitkan
Meski menggiurkan
Padahal ku tau kau enggan dan takkan
Ingat di waktu itu
Saat ku berantakan
Sebab kau tinggalkanku
Kau tak tau
Dalam hatiku terus rindu
Kau tak tau
Sejahat-jahatnya (sejahat-jahatnya)
Ku tetap selalu (selalu)
Elu-elukanmu
Tangis tak mempan buat kau mau
(tak membuat kau mau)
"Terlalu sakit,"
"Terlanjur pahit,"
Katamu
Apa ku harus
Teriak terus minta maafmu (minta maafmu)
Kuterjang arus
Sampai ku haus
Demi membuatmu
Ingat di waktu itu
Saat ku berantakan
(Sebab kau tinggalkanku)
Tinggalkanku
(Kau tak tau)
Dalam hatiku terus-terus rindu
(Kau tak tau)
Sejahat-jahatnya (sejahat-jahatnya)
Ku tetap selalu (selalu)
Elu-elukanmu
Elu-elukanmu