Lagu lain dari Juicy Luicy
Deskripsi
Tiga tahun - tapi di dalam, pemandangannya tetap sama: hujan, tetesan di kaca, dan monolog batin yang tak kunjung reda. Sepertinya sudah berjanji untuk melupakan, bahkan membuat jadwal amnesia - misalnya, setiap hari Selasa. Tapi hati, sialnya, menyabotase jadwal. Dan lagi, dialog dengan kekosongan, di mana satu-satunya responden adalah gema. Ingin sekali rasa sakit itu lelah duluan dan pergi, membanting pintu. Lagu yang dingin dan indah tentang betapa sulitnya mengusir seseorang yang sudah menetap di pikiran tanpa hak untuk pergi. Bahkan hujan di dalamnya seolah ikut bersubahat - menutupi air mata dan berpura-pura bahwa semua ini hanyalah cuaca. Artis: Juicy Lucy Produser Eksekutif: Arnold Limaenas Komposer: Denis Ligia dan Iqbal Siregar A&R: Iqbal Siregar Produser: SOIN Gitar Akustik: Topan Abimanyu Piano dan Rhodes: Faisal Muhammad Fasya Pemrograman dan Desain Suara: Changgar Krisnatri Komposer String: Alvin Vitarza Produser Vokal: Bowo Pembuat Video: Andhika Ramadhan Mixing: Changgar Krisnatri dari Borland Audiolabs, Bandung, Indonesia. Penguasaan: Christian Varga di Mastervargas, New York, AS
Lirik dan terjemahan
Asli
Entah sudah Selasa yang keberapa
Masih saja kau ada, lekat di kepala
Hari ini janji, esok mesti lupa
Tetapi hati tak tepati
Tampar aku di pipi
Biar sadar dan ku mengerti
Hujan samarkan derasnya, tutup air mata
Temani kecewaku yang t'lah lama
Berdosakah ku berdoa, minta kau terluka
Dan tinggalkan dirinya?
Hari ini janji, esok mesti lupa
Tetapi hati tak tepati
Tampar aku di pipi
Biar sadar dan ku mengerti
Hujan samarkan derasnya, tutup air mata
Temani kecewa (temani kecewa) ku yang t'lah lama
Berdosakah ku berdoa, minta kau terluka
Dan tinggalkan dirinya?
Ho-oh, ho-oh (ho-oh-oh)
Bukan ku tak berupaya (berusaha), hu-uh, hu-uh
Hujan samarkan derasnya, tutup air mata (air mata)
Temani kecewa (kecewa) ku yang t'lah lama
Berdosakah ku berdoa, minta kau terluka
Dan tinggalkan dirinya?
Hujan samarkan derasnya (derasnya)
Tutup air mata
Tiga tahun tak terasa, masih kau yang ada
Bodoh yang sebenarnya
Tampar aku di pipi
Sadarkan kau-aku takkan terjadi