Lagu lain dari Juicy Luicy
Deskripsi
Rasa ingin tahu adalah pendorong tidak hanya kemajuan, tetapi juga bencana pribadi. Terutama ketika lampu lalu lintas di dalam sudah berkedip kuning, dan hati, seperti biasa, menekan pedal gas. Akal sehat berbisik “berhentilah”, tetapi jari-jari tetap bergerak untuk memeriksa apakah ada pesan yang masuk. Tentu saja, tidak ada. Tentu saja, itu hanya ada di kepala.
Namun, harapan adalah hal yang aneh. Bahkan ketika skenarionya sudah tua seperti drama favorit, Anda tetap ingin memainkannya lagi. Mungkin kali ini akhir ceritanya akan berubah? Spoiler: tidak. Tetapi tanpa keyakinan yang konyol dan penantian yang menegangkan ini, hidup akan terasa terlalu aman. Dan siapa yang menginginkan hidup tanpa risiko untuk mendapatkan “eh” miliknya sendiri?
Penampil: Juicy Lucy
Produser eksekutif: Arnold Limasnax, E-Motion Entertainment.
Penulis skenario: Denis Ligia, Ikbal Siregar, dan Feyshal M. Fasya
Produser: SOIN (@by.soin)
A&R: Ikbal Siregar
Vokal Produser: Bowo Soulmate
Gitar akustik: Topan Abimanyu
Drum: Eggy Ramanda
Piano dan Rhodes: Faisal Muhammad Fasia
Pemrograman dan desain suara: Changgar Krishnatri
Komposisi dan permainan string: Alvin Vitarsa
Cello: Jonathan William
Pencampuran: Changgar Krishnatri
Mastering: Christian Varga
Label musik: E-Motion Entertainment
Video musik Lampu Kuning
Sutradara: Isdam Atrahaden
Produser: Irsyad Izzeddin B.
Direktur kreatif: Vega Prabumi
Asisten sutradara: Ario Ragil
Direktur fotografi: Kaurnia Pratama
Asisten kamera: Agus Mulyana
Direktur seni: Cynthia Chaterin dan Alfie Rizki Nugraha
Foto BTS: M. Hekal
Penata gaya: Fitri.fkh dan Tanaya Reks
Juicy Luicy, gaya: Ben Sihombing
Rias wajah dan tata rambut: Heny Suriani
Bakat: Arafah Rianty
Halda Rianta
Buana Lintang
Lirik dan terjemahan
Asli
Barangkali hujan lebat susah sinyalmu lagi
Kubuat sepuluh kemungkinan
Tak sampaikah pesan? Lelah ketiduran?
Atau memang sengaja kauabaikan?
Tapi sepertinya ku melihatmu tadi
Dengan kemeja hitam andalan
Benar atau bukan? Atau hanya dalam pikiran?
Rindu tak kesampaian
Mengapa kutancap gas dan melaju?
Padahal lampu kuning telah peringatkanku
Bahaya di depanku
Hati-hati kecewa 'kan menunggu
Lagu lama yang aku tahu
Kali ini, apa lain dari yang kemarin?
Tak mau kudengar peringatan
Benar atau bukan? Atau hanya dalam pikiran?
Benar yang kata orang
Mengapa kutancap gas dan melaju?
Padahal lampu kuning telah peringatkanku
Bahaya di depanku
Hati-hati kecewa 'kan menunggu
Lagu lama yang aku tahu
(Celakakah ku?)
Acuh sebelum jatuh
Tak jera dari dulu
Gelisah makananku (iya, ku tahu)
Iya, ku tahu itu
Mengapa (kutancap gas dan melaju?)
Padahal lampu kuning telah peringatkanku
Bahaya di depanku
Hati-hati kecewa 'kan menunggu
(Haruskah berhenti?)
Sudah tahu hanya sepihak rindu
Masih coba lempar dadu peruntunganku
Gegabah nomor satu
Paling-paling menangis seperti dulu
Lagu lama yang aku tahu
Lupa, buta, atau ku batu