Lagu lain dari Adrian Khalif
Lagu lain dari Juicy Luicy
Deskripsi
Nah, bagaimana menjelaskan kepada dunia bahwa beberapa pertemuan seolah-olah sudah tertulis di suatu tempat di luar angkasa - kebetulan, canggung, tetapi dengan ketepatan hingga milimeter? Cuma lewat, enggak sengaja, bahkan hampir lupa gimana bunyi tawanya, - tiba-tiba semua di dalam berdesir lagi, seolah jantung ditekan tombol "ulang". Seolah-olah sudah seratus tahun berlalu, dan ingatan sudah bersih berkilau, tetapi begitu pandangan bertemu - halo, seluruh arsip perasaan kembali aktif. Musik memutar pisau dengan lembut dalam kenangan, tapi melakukannya dengan indah, dengan kelembutan khas Timur: di mana ada kesedihan - di situ ada melodi, di mana ada sakit hati - di situ ada sedikit kehangatan. Dan bagaimanapun juga, melupakan itu mudah, sampai menyangkut orang itu sendiri. Seseorang yang matanya masih "sama", dan senyumnya masih belum hilang bahkan setelah lagu selesai.
Lirik dan terjemahan
Asli
(Hu-oh, hu)
(Yeah, yeah)
(Hu-oh, hu, hu)
Dari seribu jalan di dunia
Mengapa berpapasan, bertemu dia?
Inginnya lari, pergi tanpa kata
Menyapa, sudut mata hafal rupanya (sayang)
Lupa bahwa lupakannya tak mudah
Tapi itu senyuman yang kusuka
Sepertinya sama
Tatapan khas matanya masih yang lama
Kauajak bicara
Seketika kembali ku jatuh cinta
Sialan dia
Sakit dan air mata sia-sia, mm-mm
Dari begitu banyak manusia
Mengapa lagi-lagi dia yang kujumpa? (Mengapa dia yang kujumpa?)
Malam hangat, tapi ku terjaga
Rindukan dirinya, si pusat kecewa, oh-oh
Lupa bahwa lupakannya tak mudah
Tapi menyangkut dia, ku tak bisa
Sepertinya sama
Tatapan khas matanya masih yang lama
Kauajak bicara
Seketika kembali ku jatuh cinta
Sialan dia
Sakit dan air mata sia-sia
Melesat tepat di titik kelemahanku
Letaknya di hati (hati), hatiku ini
Terbaik, tetap s'lalu ada singgasana
Tempat untuknya, ho-ah-ah
Sepertinya sama
Tatapan khas matanya masih yang lama
Kauajak bicara
Seketika kembali ku jatuh cinta
Sialan dia
Sakit dan air mata sia (sia)
(Dari begitu banyak manusia)
(Mengapa lagi-lagi hanya dia?)
(Malam yang hangat, tapi ku terjaga)
(Hanyalah dia, si pusat kecewa)
(Dari begitu banyak manusia) dari semuanya
(Mengapa lagi-lagi hanya dia?) Hanya dia
(Malam yang hangat, tapi ku terjaga) oh, dia
Yang buat tidurku tak tentu (hanyalah dia, si pusat kecewa), sialan