Lagu lain dari Juicy Luicy
Deskripsi
Ada hubungan di mana akal sehat tidak berdaya. Semuanya jelas, semuanya sudah lama tertata rapi - siapa dengan siapa, siapa yang punya janji apa, dan bahwa tidak akan ada apa-apa lagi. Tapi hati, makhluk keras kepala tanpa rasa pelestarian diri, tetap tertarik pada api, bahkan jika tahu akan terbakar. Dalam lagu ini, seolah-olah senja yang tenang ketika telepon sunyi, tetapi suaranya bergema di dalam hati. Sedikit malu, sedikit manis. Pertandingan yang sudah pasti kalah, tapi entah kenapa masih ingin terus melangkah. Rasionalitas ada di luar pintu, sementara di dalam ada hal yang sama dengan "memukul bantal dengan kepalan tangan, tapi tetap menunggu pesan". Dan seolah-olah kamu tahu bahwa kamu hanya diberi mimpi, tapi tetap bersyukur untuk setiap mimpi itu. Karena bahkan ilusi, saat hangat, terkadang lebih baik daripada kekosongan.
Lirik dan terjemahan
Asli
Lima hari sudah kurindu
Tak bisa ku menghubungimu
Kau sedang dengan dirinya
Sedang kita rahasia
Kapankah kau ada waktu
Sembunyi untuk bertemu?
Baru kau sapa, ku tersipu
Kau puji, lupa amarahku
Karena kau paling tahu
Cara lemahkan hatiku
Walau tak ada yang pasti
Yang kau beri hanya mimpi
Lantas mengapa ku masih menaruh hati?
Padahal ku tahu kau telah terikat janji
Keliru ataukah bukan? Tak tahu
Lupakanmu, tapi aku tak mau
Oh-oh
Baru kau sapa, ku tersipu (tersipu)
Kau puji, lupa amarahku
Karena kau paling tahu (paling tahu)
Cara lemahkan hatiku (hatiku)
Walau tak ada yang pasti
Yang kau beri hanya mimpi
Lantas mengapa ku masih menaruh hati?
Padahal ku tahu kau telah terikat janji
Keliru ataukah bukan? Tak tahu
Lupakanmu, tapi aku tak mau
Pantaskah aku menyimpan rasa cemburu?
Padahal bukan aku yang memilikimu
Sanggup sampai kapankah? Ku tak tahu
Akankah akal sehat menyadarkanku?
Oh-oh, oh-oh-oh, oh-oh-oh
Uh-uh
Lantas mengapa ku masih menaruh hati?
Lantas mengapa ku masih menaruh hati?
Padahal ku tahu kau telah terikat janji
Keliru ataukah bukan? Tak tahu
Lupakanmu, tapi aku tak mau (pantaskah ku)
Pantaskah aku (untuk menyimpan)
Untuk menyimpan (rasa cemburu?)
Karena bukan aku yang milikimu
Sanggup sampai kapankah? Ku tak tahu
Akankah akal sehat menyadarkanku?