Lagu lain dari Fito y Fitipaldis
Deskripsi
Produser: Carlos Raya
Produser: Joe Blaney
Penulis: Adolfo Cabrales
Lirik dan terjemahan
Asli
¡Cuánto se gritó diciendo nada!
No pudimos ver con tanta luz.
Yo buscaba el cielo en tu mirada y nunca sabré lo que encontraste tú.
Que te traigan flores las mañanas, que no pases noches sin dormir.
Que el sueño se pose en tus pestañas, que uno de esos sueños, que me sueñe a mí.
Detrás del viento, un huracán se fue formando en la cabeza.
Cuando te cansas de sufrir, siempre me ves.
Mi corazón es de cristal, no guarda nada que no veas, solo un pequeño resplandor de nuestra hoguera.
Mi canción, que nace del fracaso, es solo una piel sobre la piel.
Algo que se besa y sabe amargo, y es mi boca seca y nada que beber.
¡Oh, pobre corazón, que no sabe qué decir!
Si te vas por lo que soy o por lo que nunca fui.
Que hay caminos que hay que andar descalzo, ya no te preocupes más por mí.
Siempre me entrarán en los zapatos, esta vez me quedo aquí.
Si te cabe el cielo en un abrazo, siempre habrá una estrella para ti.
Si catorce vidas son dos gatos, aún queda mucho por vivir.
¡Oh, pobre corazón, que no sabe qué decir!
Si te vas por lo que soy o por lo que nunca fui.
Que hay caminos que hay que andar descalzo, ya no te preocupes más por mí.
Siempre me entrarán en los zapatos, esta vez me quedo aquí.
Si te cabe el cielo en un abrazo, siempre habrá una estrella para ti.
Si catorce vidas son dos gatos, aún queda mucho por vivir.
Terjemahan bahasa Indonesia
Berapa banyak yang diteriakkan tanpa berkata apa-apa!
Kami tidak bisa melihat dengan cahaya sebanyak itu.
Aku mencari surga di matamu dan aku tidak akan pernah tahu apa yang kamu temukan.
Semoga mereka membawakanmu bunga di pagi hari, semoga kamu tidak menghabiskan malam tanpa tidur.
Semoga mimpi itu menetap di bulu matamu, semoga salah satu mimpi itu memimpikanku.
Di balik angin, badai terbentuk di atas kepala.
Ketika kamu lelah menderita, kamu selalu melihatku.
Hatiku terbuat dari kaca, tidak menyimpan apa pun yang tidak kau lihat, hanya pancaran kecil dari api unggun kita.
Laguku yang lahir dari kegagalan hanyalah skin on skin.
Sesuatu yang bisa dicium dan terasa pahit, dan itu adalah mulutku yang kering dan tidak ada yang bisa diminum.
Oh, kasihan sekali, dia tidak tahu harus berkata apa!
Jika kamu pergi untuk menjadi diriku yang sekarang atau untuk menjadi diriku yang tidak pernah ada.
Ada jalan yang harus dilalui tanpa alas kaki, jangan khawatirkan aku lagi.
Mereka akan selalu cocok dengan posisi saya, kali ini saya tetap di sini.
Jika kamu bisa memeluk langit, akan selalu ada bintang untukmu.
Jika empat belas nyawa adalah dua kucing, masih banyak yang harus dijalani.
Oh, kasihan sekali, dia tidak tahu harus berkata apa!
Jika kamu pergi untuk menjadi diriku yang sekarang atau untuk menjadi diriku yang tidak pernah ada.
Ada jalan yang harus dilalui tanpa alas kaki, jangan khawatirkan aku lagi.
Mereka akan selalu cocok dengan posisi saya, kali ini saya tetap di sini.
Jika kamu bisa memeluk langit, akan selalu ada bintang untukmu.
Jika empat belas nyawa adalah dua kucing, masih banyak yang harus dijalani.