Lagu lain dari Chambao
Lagu lain dari Pablo Alborán
Deskripsi
Produser, Insinyur Pencampur, Insinyur Mastering, Arranger: Bob Benozzo
Insinyur Perekaman: Pedro Pimentel
Insinyur Rekaman: Pablo Pulido
Insinyur Perekaman: Andrea Valfré
Insinyur Perekaman: Toni Romero
Lirik dan terjemahan
Asli
Wysłuchaj mojej pieśni, Panie.
Do Ciebie wznoszę dzisiaj głos.
Ty jesteś wszędzie, wszystkim jesteś Ty, lecz kamieniem nie bądź mi.
Do Ciebie pieśnią wołam, Panie, bo ponoć wszystko możesz dać.
Więc błagam, daj mi szansę jeszcze raz.
Daj mi ją ostatni raz.
Wystarczy, żebyś skinął ręką.
Wystarczy jedna Twoja myśl.
A zacznę życie swoje jeszcze raz.
Więc, o Boski, błagam, gest.
Do
Ciebie pieśń tę wznoszę, Panie.
Czy słyszysz mój błagalny głos?
Raz jeszcze daj mi od początku iść.
Daj mi życie jeszcze raz.
Już nie zmarnuję ani chwili, bo dni straconych gorycz znam.
Więc błagam, daj mi szansę jeszcze raz.
Daj mi ją ostatni raz.
A jeśli życia dać nie możesz, to spraw, bym przeżył jeszcze raz tę miłość, która już wygasła w nas.
Spraw, bym przeżył jeszcze raz.
Do Ciebie pieśnią wołam, Panie.
Do Ciebie wznoszę dzisiaj głos.
Ty chlebem, ptakiem, słońcem możesz być, więc kamieniem nie bądź mi.
Terjemahan bahasa Indonesia
Dengarlah laguku, Tuhan.
Saya meninggikan suara saya kepada Anda hari ini.
Kamu ada dimana-mana, kamu adalah segalanya, tapi jangan jadi batu bagiku.
Aku berseru kepada-Mu dalam nyanyian, Tuhan, karena dikatakan bahwa Engkau mampu memberikan segalanya.
Jadi aku mohon, beri aku kesempatan lagi.
Berikan padaku untuk terakhir kalinya.
Yang perlu Anda lakukan hanyalah melambaikan tangan Anda.
Satu pemikiran Anda saja sudah cukup.
Dan aku akan memulai hidupku lagi.
Jadi, ya Tuhan, aku mohon padamu, sebuah isyarat.
Untuk
Aku mengangkat lagu ini untukmu, Tuhan.
Bisakah kamu mendengar suaraku yang memohon?
Sekali lagi, biarkan aku pergi dari awal.
Beri aku hidup lagi.
Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu lagi, karena aku tahu hari-hari kepahitan yang terbuang percuma.
Jadi aku mohon, beri aku kesempatan lagi.
Berikan padaku untuk terakhir kalinya.
Dan jika kau tidak bisa memberikan kehidupan, buatlah aku menghidupkan kembali cinta yang telah kadaluwarsa dalam diri kita.
Buat aku hidup kembali.
Aku menangis kepadamu dalam nyanyian, Tuhan.
Saya meninggikan suara saya kepada Anda hari ini.
Kamu bisa menjadi roti, burung, matahari, jadi jangan menjadi batu bagiku.