Lagu lain dari Olly
Lagu lain dari Juli
Deskripsi
Rindu hangat dalam cangkir teh sore. Semuanya sepertinya sudah pada tempatnya, televisi bergemuruh, wajan mendesis, tapi seolah-olah tidak ada suara yang dulu mengisi jeda antara tarikan napas. Di udara menggantung kebiasaan "kita" yang begitu keras kepala sehingga bahkan sendok di piring berdering sedikit lebih keras dari yang seharusnya. Lagu itu seolah duduk diam di samping, tidak bertanya, hanya mendengarkan. Di dalamnya ada hal-hal kecil yang membangun rumah: tawa sampai berlinang air mata, serial bisu di latar belakang, sofa yang dingin, dan gelas kedua yang terlupa. Dan entah bagaimana menjadi jelas bahwa cinta bukanlah tentang janji abadi, tetapi tentang tidak mematikan lampu sampai orang lain tertidur. Sutradara: Giulio Rosati Direktur Kreatif: Tommaso Bordonaro Produser Eksekutif: Lorenzo Maria Chierici Sinematografer: Arturo Brunetti Cerita: Giulio Rosati, Skenario: Giulio Rosati, Andrea Carobbio Desainer Produksi: Riccardo Copreni Koordinator Produksi: Ilaria Marchetti Koordinator Kedua: Johnny Junior, Vilka Barzola Asisten Produser: Cristiano Marotta, Giorgio Gorini, Irene Albertina Zgraggen, Martina Viviani Asisten Sutradara: Costanza Doria, Asisten Sutradara: Matilde Del Percio Asisten Pertama: Davide Pacian Asisten Kedua: Francesco Catanese Kunci Tangkap: Filippo Montanari Pegangan: Christian Piccolo, Master: Giorgio Messina Listrik: Marco Marangoni, Riccardo Capito Desainer Produksi: Matilde Panetta Asisten Desainer Produksi: Davide Gabriele Cincin: Layanan Panggilan Avosani Cincin Pengeditan: Axel Avosani, Emanuele Favalli Efek Visual: Stefano Rocca H2B Studio Koreksi Warna: Alberto Bornati. Grafis: Giacomo Barbieri Penata Gaya: Lorenzo Oddo Asisten Penata Gaya: Paolo Sbaraglia MUA: Gaia Dell'Acqua Efek Suara: Greta Giannone Asisten Efek Khusus: Matilde Fumagalli Gaya Tambahan: Giulia Vismara Asisten Gaya: Anna Geroza MUA Tambahan: Elisa Monferini Video di Balik Layar: Mattia Dirix Fotografer: Andrea Bianchera
Lirik dan terjemahan
Asli
E magari non sarà nemmeno questa sera.
La sera giusta per tornare insieme, tornare a stare insieme.
Magari non sarà nemmeno questa sera.
E me l'ha detto la signora là, affacciata al quarto piano, con la sigaretta in bocca mentre stendeva il suo bucato.
Io le ho risposto che vorrei, vorrei, vorrei, vorrei, vorrei, vorrei tornare a quando ci bastava ridere, piangere, fare l'amore e poi stare in silenzio per ore fino ad addormentarci sul divano con il telecomando in mano.
Non so più come fare senza te, perché mi fai vivere e dimenticare.
Tu che mentre cucini ti metti a cantare.
E tu chiamala se vuoi la fine, ma come te lo devo dire?
Sta vita non è vita senza te. Ma sai che questa sera vado da nostalgia, mi accendo la
TV solo per farmi compagnia. Che bella tivitterà.
Insomma, ti sembra la maniera che vai e mi lasci qua?
Ti cerco ancora in casa quando mi prude la schiena e metto ancora un piatto in più quando apparecchio a cena.
So soltanto che vorrei, vorrei, vorrei, sì, vorrei, vorrei tornare a quando ci bastava ridere, piangere, fare l'amore e poi stare in silenzio per ore fino ad addormentarci sul divano con il telecomando in mano.
Non so più come fare senza te, perché mi fai vivere e dimenticare.
Tu che mentre cucini ti metti a cantare.
E tu chiamala se vuoi la fine, ma come te lo devo dire?
Sta vita non è vita senza te.
Ma chissà perchééé, oh, sta vita non è vita senza te.
Magari non sarà, mm-mm, magari è già finita.
Però ti voglio bene ed è stata tutta a vita.
Terjemahan bahasa Indonesia
Dan mungkin tidak akan terjadi malam ini.
Malam yang tepat untuk kembali bersama, kembali bersama.
Mungkin tidak akan terjadi malam ini.
Dan wanita di sana memberitahuku, sambil memandang ke lantai empat, dengan sebatang rokok di mulutnya saat dia menjemur cucian.
Aku menjawab padanya bahwa aku ingin, aku ingin, aku ingin, aku ingin, aku ingin, aku ingin kembali ke masa ketika kita sudah cukup untuk tertawa, menangis, bercinta dan kemudian berdiam diri selama berjam-jam hingga kami tertidur di sofa dengan remote control di tangan.
Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa tanpamu, karena kamu membuatku hidup dan melupakannya.
Anda yang mulai bernyanyi sambil memasak.
Dan Anda meneleponnya jika Anda menginginkan akhir, tapi bagaimana saya harus memberi tahu Anda?
Hidup ini bukanlah hidup tanpamu. Tapi tahukah kamu, malam ini aku sedang bernostalgia, aku menyalakan lampu di sana
TV hanya untuk menemaniku. Sungguh kehidupan yang indah.
Maksudku, menurutmu itu caramu pergi dan meninggalkanku di sini?
Aku masih mencarimu di rumah saat punggungku gatal dan aku masih menaruh piring tambahan saat menata meja untuk makan malam.
Aku hanya tahu bahwa aku ingin, aku ingin, aku ingin, ya, aku ingin, aku ingin kembali ke masa ketika kita sudah cukup untuk tertawa, menangis, bercinta dan kemudian berdiam diri selama berjam-jam hingga kami tertidur di sofa dengan remote control di tangan.
Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa tanpamu, karena kamu membuatku hidup dan melupakannya.
Anda yang mulai bernyanyi sambil memasak.
Dan Anda meneleponnya jika Anda menginginkan akhir, tapi bagaimana saya harus memberi tahu Anda?
Hidup ini bukanlah hidup tanpamu.
Tapi entah kenapa, oh, hidup ini bukanlah hidup tanpamu.
Mungkin tidak, mm-mm, mungkin sudah berakhir.
Tapi aku mencintaimu dan itu sudah terjadi seumur hidup.