Lagu lain dari Olly
Lagu lain dari Juli
Deskripsi
Cinta itu seperti mencoba memperbaiki tape recorder tua: semuanya berderit, berisik, dan kalian berdua terus memutar kaset karena lagunya masih enak. Kata-kata itu keluar dengan panas, lalu menjadi permintaan maaf, lalu kembali menjadi lelucon yang diucapkan dengan terpaksa. Itu seperti campuran antara iritasi dan kelembutan, seolah-olah meninju dinding dengan kepalan tangan, lalu menempelkan dahi ke dinding untuk mendinginkannya. Semuanya terasa salah: pertengkaran, cemburu, kalimat yang diucapkan dengan suara pelan. Tapi justru dalam kekacauan inilah ada kehidupan yang nyata, dengan tangan kotor dan pikiran yang kacau. Yang diajarkan bukanlah berita, melainkan tulisan di dinding yang ditinggalkan oleh mereka yang juga tidak tahu bagaimana mencintai dengan benar. Dan mungkin di situlah letak keindahannya, dalam ketidakmampuan, dalam fakta bahwa setelah setiap teriakan, tetap ingin tinggal.
Lirik dan terjemahan
Asli
Ti chiedo scusa, quando ho paura blatero cose, alzo la voce.
Sfogati pure, dammi uno schiaffo, spaccami il naso e baciami in fronte.
E hai ragione, so che non è razionale, faccio ancora un po' fatica.
Dopo tutto sono certo sia normale, avendo sempre fatto finta.
Che non conta con chi dormi, se ti giri e chiudi gli occhi, se alla fine tanto sogni.
Che non conta con chi parli, se nel mentre scarabocchi, se alla fine non ascolti.
Che non conta con chi scopi, se le luci sono spente, se alla fine tanto godi e poi c'è il vuoto come sempre. Ma forse a volte sbaglio.
Ma chi l'ha detto?
Ma chi l'ha detto?
Oh, ma chi l'ha detto che la gente come noi non ha mai niente da rimpiangere?
Noi che impariamo meno dai telegiornali che dai muri nelle strade.
Perché conta con chi piangi, con chi dormi e con chi parli, se sai già che sarà sveglio fino a tardi ad aspettarti.
So che non puoi sopportarmi, ma noi non siamo come gli altri.
Eee, dimmelo in faccia, dimmelo chiaro, dimmelo e basta o dillo alla luna.
Oh, ma quante parole, falla finita che mi fai fare brutta figura.
E hai ragione, non ha senso litigare, sto provando ad imparare, faccio ancora un po' fatica.
Dopo tutto sono certo sia normale, un po' mi devo abituare a condividere la vita.
Ma chi l'ha detto che la gente come noi non ha mai niente da rimpiangere?
Noi che impariamo meno dai telegiornali che dai muri nelle strade.
Perché conta con chi piangi, con chi dormi e con chi parli, se sai già che sarà sveglio fino a tardi ad aspettarti.
So che non puoi sopportarmi, ma noi non siamo come gli altri.
Mmm ti chiedo scusa, lì nei tuoi occhi ci sono tutti i miei scarabocchi.
Terjemahan bahasa Indonesia
Aku minta maaf, saat aku takut aku mengoceh, aku meninggikan suaraku.
Silakan, tampar aku, patahkan hidungku dan cium keningku.
Dan Anda benar, saya tahu ini tidak rasional, saya masih sedikit kesulitan.
Toh aku yakin itu biasa saja, karena selalu berpura-pura.
Tidak peduli dengan siapa kamu tidur, jika kamu membalikkan badan dan memejamkan mata, jika pada akhirnya kamu banyak bermimpi.
Bahwa tidak masalah dengan siapa Anda berbicara, jika Anda mencoret-coret sementara itu, jika pada akhirnya Anda tidak mendengarkan.
Tidak peduli dengan siapa kamu bercinta, jika lampunya mati, jika pada akhirnya kamu sangat menikmatinya dan kemudian selalu ada kekosongan. Tapi mungkin terkadang aku salah.
Tapi siapa yang mengatakannya?
Tapi siapa yang mengatakannya?
Oh, tapi siapa bilang orang seperti kita tidak pernah menyesal?
Kita yang belajar lebih sedikit dari berita dibandingkan dari tembok di jalanan.
Karena yang penting kepada siapa kamu menangis, dengan siapa kamu tidur, dan dengan siapa kamu berbicara, jika kamu sudah tahu mereka akan begadang menunggumu.
Aku tahu kamu tidak tahan denganku, tapi kita tidak seperti yang lain.
Eee, katakan padaku secara langsung, katakan padaku secara langsung, katakan saja padaku atau katakan pada bulan.
Oh, tapi begitu banyak kata, hentikan, kamu membuatku terlihat buruk.
Dan Anda benar, tidak ada gunanya berdebat, saya mencoba belajar, saya masih sedikit kesulitan.
Toh saya yakin itu biasa saja, saya harus sedikit membiasakan diri untuk berbagi kehidupan.
Tapi siapa bilang orang seperti kita tidak pernah menyesal?
Kita yang belajar lebih sedikit dari berita dibandingkan dari tembok di jalanan.
Karena yang penting kepada siapa kamu menangis, dengan siapa kamu tidur, dan dengan siapa kamu berbicara, jika kamu sudah tahu mereka akan begadang menunggumu.
Aku tahu kamu tidak tahan denganku, tapi kita tidak seperti yang lain.
Mmm aku minta maaf, dimatamu semua coretanku.