Lagu lain dari Roland Kaiser
Deskripsi
Pemain Terkait, Produser: Roland Kaiser
Komposer: Udo Jürgens
Penulis Lirik: Uli Heuel
Penulis Lirik: Christian Bömkes
Penata Pertunjukan: Alex Wende
Insinyur Pencampur: Michael Ilbert
Insinyur Utama: Hans-Philipp Graf
Lirik dan terjemahan
Asli
So leer dein Platz am Flügel
So sehr erstrahlt die Bühne
Jahre sind ins Land gegangen
Doch der Applaus für dich hält an
Soviel ich weiß vom Leben
Muss es ein Ende geben
Unverwüstlich liest sich deine Spur
Im Sand der Zeit
Frag den Wind nach deinen Liedern
Frag mein Herz, was es bewegt
Einmal sehen wir uns wieder
Wär er nicht so weit
Weit ist der Weg
Frag den Wind nach deinen Liedern
Erwarte stürmischen Applaus
Träum den Traum, der in den Sternen steht
Wär er nicht so weit
Weit ist der Weg
Das Glas auf dich, in Ehren
Sicher sitzt du mit am Tresen
Ich nehm dich noch zwei Straßen mit
Auf dem Weg nach Haus
Frag den Wind nach deinen Liedern
Frag mein Herz, was es bewegt
Einmal sehen wir uns wieder
Wär er nicht so weit
Weit ist der Weg
Regen am Fenster, kühle Silberfäden
Sag, welcher Wein fließt da, wohin wir geh'n?
Regen am Fenster, kalte Wintertränen
Worte von dir, Worte, die bleiben
Frag den Wind nach deinen Liedern
Eines Tages feiern wir
Lass mir noch ein wenig Zeit dafür
Weit, weit ist der Weg
Terjemahan bahasa Indonesia
Tempatmu di piano sangat kosong
Panggung bersinar begitu terang
Bertahun-tahun telah berlalu
Namun tepuk tangan untuk Anda terus berlanjut
Sejauh yang saya tahu tentang kehidupan
Harus ada akhir
Jejak Anda terbaca tidak bisa dihancurkan
Di pasir waktu
Mintalah angin untuk lagumu
Tanyakan pada hatiku apa yang menggerakkannya
Kita akan bertemu lagi suatu hari nanti
Jika dia tidak sejauh ini
Jalannya panjang
Mintalah angin untuk lagumu
Harapkan tepuk tangan meriah
Mimpikan mimpi yang tertulis di bintang-bintang
Jika dia tidak sejauh ini
Jalannya panjang
Gelasnya untukmu, dengan hormat
Anda mungkin sedang duduk di konter
Aku akan mengantarmu dua jalan lagi
Dalam perjalanan pulang
Mintalah angin untuk lagumu
Tanyakan pada hatiku apa yang menggerakkannya
Kita akan bertemu lagi suatu hari nanti
Jika dia tidak sejauh ini
Jalannya panjang
Hujan di jendela, benang perak yang sejuk
Katakan padaku, anggur apa yang mengalir kemana kita pergi?
Hujan di jendela, air mata musim dingin yang dingin
Kata-kata darimu, kata-kata yang bertahan lama
Mintalah angin untuk lagumu
Suatu hari kita akan merayakannya
Beri aku sedikit waktu lagi untuk ini
Jalannya panjang, panjang